Arsip Tag: Test pack satu garis samar

Hamil, …Tidak Hamil ??? (Diagnosa Keliru)

Awalnya tanggal 20 Desember 2014 datang haid keduaku sejak menikah. Lebih cepat 1 atau 2 hari dari perkiraan. Kukira masih normal ketika hari pertama hanya muncul flek coklat. Namun ternyata sampai 2 hari berikutnya tidak ada darah segar yang keluar. hanya flek-flek coklat biasa. Mulai cemas, karena biasanya haidku deras dari hari ke 2 sampai hari keempat dan baru bersih setelah 7 hari. Tidak terpikir kemungkinan hamil, karena seminggu sebelumnya hasil test pack ku negatip. Perhitunganku simpel saat itu, aku menghitung masa suburku tanggal 6-9 Desember 2014, tanggal 14 berikutnya kulakukan test pack (katanya kehamilan bisa dideteksi setelah 7 hari berhubungan) dan hasilnya negatif.

21 des bercak

Khawatir terjadi apa-apa, 22 Desember 2014, aku berkonsultasi dengan obgyn di jombang. dari hasil USG, dokter menyimpulkan bahwa keadaanku normal, rahim bersih (tidak ada kista/miom) hanya terjadi penebalan dinding rahim yang belum luruh menjadi mens. dan ketika aku berkeras menunjukkan bercak haid yang telah kufoto sebelumnya, dia bilang rata-rata perempuan baru menikah mengalami haid tidak teratur/ problem sepertiku. Dia meresepkan Provula (Hormon penyubur) dan menyarankan untuk melakukan hubungan pada tanggal 31 Des, tanggal 2 & 4 Januari.
kartu dr

resep

Pulang dari dokter, bukannya tenang, aku tetep tidak percaya kalau darah haidku terbilang normal. Aku percaya tubuhku berbicara dengan caranya sendiri. dan aku menangkap bahwa ada yang tidak normal dari tubuhku kali ini. Bercak masih keluar berupa butiran-butiran merah, bentuknya seperti padi tenggelam di dasar toilet.

Sebelum meminum resep yang diberikan, (dokter bilang obatnya harus diminum malam itu) aku browsing tentang Provula dan mendapati bahwa kontra indikasinya adalah kehamilan. Aku ingin hamil cepat, dan sangat tergoda meminumnya. Namun setelah browsing sana-sini, kuputuskan menunda minum obatnya sampai besok setelah dilakukan test pack. Asumsiku, jika aku hamil saat itu aku akan kehilangan kesempatan punya bayi jika minum obatnya karena kontra indikasi obat tersebut tidak aman untuk kehamilan.

Esoknya agak siang di kantor, kuputuskan melakukan test pack (Bercak masih terjadi saat itu) tes pack lebih akurat dilakukan pagi tapi karena alatnya dikantor dan aku sepagian sibuk, baru bisa melakukannya pas selesai makan siang. Harap-harap cemas saat menunggu hasilnya, yang ternyata tampak satu garis merah jelas (negatif) dan satu garis super samar (2 garis merah berarti positip). Ketika kutanya teman-teman, mereka ya sama bingungnya. Namun satu teman kantor, seorang suami bilang, bahwa kemungkinan aku hamil. Dia menyarankan aku tidak meminum obatnya dan menunggu beberapa hari untuk test pack lagi karena istrinya pun dulunya mengalami sepertiku. Thanks to Mas Aldrin. Konsultasi berikut ke kakak perempuanku yang ternyata mengalami hal yang sama saat hamil anak pertama.

23 des tp

Butuh waktu sampai seminggu lagi untuk benar-benar melihat 2 garis merah itu. dan ketika akhirnya tanggal 2 januari aku periksa ke dokter di sidoarjo, berita yang ditunggupun tiba. Aku 100% hamil dengan usia kandungan 6 minggu, kantong kehamilan baru terbentuk di dalam rahim.

31 des tp

2 jan tp

USG

Bersyukur, saat itu mau menunggu, mau mengikuti bahasa tubuhku dan mendengarkan saran orang lain. Apa jadinya jika kuminum obat penyubur yang mungkin malah meluruhkan bakal janinku saat itu? Aku tidak menyalahkan dokter obgyn pertamaku, namun para wanita hendaknya tahu kandungan obat-obat yang diresepkan agar tidak terjadi hal-hal yang nantinya merugikan kita sendiri.

Postingannya panjang kali, semoga berguna buat para calon ibu lain yang ngalami problem sepertiku.