Arsip Tag: Supaya tidak aborsi

Kondom menyelamatkan..!

Foto ini kudapatkan dari facebook, sengaja kusimpan dan kushare di blog ini untuk berbagi kesadaran bagi para penikmat seks yang hobinya tebar benih tapi gak mau panen (u know what i mean la yaa.. )

Satu kali pernah temen dekatku (yg adalah asisten RT), nunjukin hasil test lab, dan sampai saat ini udah 20 tahun lewat aku masih mengingat saat aku duduk di ranjang susun bersama dia, mendengarkannya curhat sembari nangis. Dia masih remaja belasan tahun, dipaksa melakukan seks, dan saat hamil disuruh menggugurkan karena yg punya benih nggak mau tanggung jawab. Beberapa minggu kemudian waktu pulang rumah, aku bertemu dia dalam keadaan amburadul dan mata bengkak akibat nangis banyak-banyak. Kami nggak sempat ngobrol krn dia harus pergi kesuatu tempat, kurasa tempat aborsi. Itu pertemuan terakhir kami, dan aku terus bertanya-tanya bagaimana nasibnya sekarang. Sudah cukup jelas bagiku bahwa dia melakukan aborsi karena tekanan, karena papa sempat cerita bahwa beliau menolak saat diminta menunjukkan tempat untuk menggugurkan kandungan oleh pihak lelakinya.

Dan ini kejadian ga cuma sekali, beberapa kali setelahnya aku masih menerima curhatan yg sama walau dari wanita yg berbeda.

Aku heran, malahan ada wanita yg berkali- kali aborsi dengan lelaki yang sama padahal sejak pertama hamil itu cowok ga mau tanggung jawab. Kok mau-maunya mengulang kisah yang sama, hamil, si cowok kabur, datang lagi saat si cewek perutnya dah kosong, hamil lagi, terus aborsi lagi 😩

Mas mbak, aborsi itu kata lain dari pembunuhan. Kalau kalian keukeh bicara dan mempraktikkan agama, coba kalian pikir lagi ya kata-kataku:

Nggak beribadah aja bisa masuk neraka. Makan haram aja bisa masuk neraka, sulitkah mengerti bahwa kalo TIDAK MELAKUKAN ajaran agama saja bisa buka pintu neraka, atau hanya SEKEDAR MAKANan aja bisa ngantar kelian ke neraka, apalagi tangan yg membunuh/ berlumuran darah janin…??? Pasti autoneraka kalian. Masak lebih berat dosa absen ibadah, atau dosa akibat makan daripada dosa mbunuh, tak iye? Itu logikaku sih, menyesuaikan dgn perspektif yg kemarin curhat.

Aku sendiri nulis begini karena kesel. Ada janin mati sia-sia dan aku ga bisa apa-apa. Aku ga ngomong dosa, surga, atau neraka, sudah bukan hobiku karena aku juga ga tau mampir kesana, jd aku ga akan sok bergaya punya kapling dikedua tempat itu. Aku bicara bakal manusia yang mestinya punya hak hidup, tapi dimusnahkan tanpa ada rasa sesal.

Mbok yao, kalo demen kelon, demen tabur benih dimana aja, tapi ga mau kena imbasnya (punya anak) ya pake pengaman. Selain meminimalkan resiko penyakit menular seksual (ingat ya, asal celup itu resikonya gede mulai sakit ringan2 macam kutuan sampe HIV-AIDS), pake kondom juga mencegah kehamilan (kecuali kondomnya lu bocorin). You happy, pasanganmu happy, pabrik kondom juga happy. Ga pake stress mikir hamil nggaknya, bakal dinikah apa nggak, atau mau diapain calon bayi diperut. Kalo moral susah dirubah, setidaknya belajar sedikit tanggung jawab sama diri sendiri. Kondom bisa jadi penyelamat dari resiko akibat gaya hidup bebas, TERUTAMA penyelamat dari matinya janin-janin yang nggak kamu inginkan dan mencegahmu menjadi pembunuh. Tanggung jawab paling simple dan murah kan…?

Gitu ya, maap banget bahasaku asal njeplak. Terang benderang biar yang bolotpuun bisa nelen tanpa susah mencernanya. Jangan lagi ada curhatan model begini, krn sikapku udah jelas yaa… Kalo you sampe hamil jangan galau atau kaget selama sadar udah melakukannya tanpa pengaman.. Kecuali makmedungdung tapi ga merasa pernah melakukan, boleh deh galau dan bingung.

 

 

* curhat dan saran perkondoman ini ga ada kaitannya dgn ajaran katolikku. As catholic, aku percaya koneksi seksual benar dan suci jika dilakukan setelah pernikahan dan kehidupan baru tidak seharusnya dihalangi walau dengan kondom sekalipun.

FB_IMG_1545670606733