Arsip Kategori: Travel

Taman Safari Indonesia II ; Really Entertaining Show, U won’t Regret it!

Located in Prigen, Pasuruan-East Java, Taman Safari Indonesia II is the largest safari park in Southeast Asia with a total area of 250 hectares and the number of animals is quite complete from 5 continents.

Taman Safari Indonesia II presents a variety of educational entertainment, such as the Elephant show, Animals show, and dolphins show. all performances are very entertaining and it helps increasing awareness and education to visitors to live in harmony with nature especially animals.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

The Old Beautiful Place in Semarang – Central Java

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Semarang is one of the largest city in Indonesia after jakarta (The Greater Area), Surabaya (EastJava), Bandung (West Java) and Medan (North Sumatra). Located in north coast Central java Province, Semarang has a long and interesting history. Founded by the Dutch colonial power, Semarang served as the center of Central java’s economic business with three largest community divided by race; Dutch/european, chinese heritage people, and javanese. The Dutch community used to lived in semarang, and another race/ethnic used to lived in outer city.

TIPS Backpacking ; Do’s and Don’ts

Keliling dunia…siapa sih yang bakal menolak? Ini adalah salah satu impian masa kecil saya yang dulunya hobby sekali membaca buku cerita dan film anak-anak bertema petualangan.

Bukannya menjadi turis dengan koper ( yang biasanya banyak duit), menjadi backpacker jauh lebih menantang, dan lebih hidup! Dari petualangan-petualangan kecil inilah yang mengajarkan saya untuk lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan, budaya dan orang-orang baru, membuat kita lebih mandiri, dan mengasah kepekaan dalam berinteraksi dengan orang lain. Saya menjadi lebih percaya pada orang lain, sekaligus tahu kapan saatnya harus waspada.

Ada banyak kebaikan yang saya terima dari orang -orang asing yang saya temui di negeri lain. Adapula saat kita terjebak dalam sikap manipulatif penduduk lokal yang ingin memanfaatkan ketidaktahuan turis.

Sedikit berbagi, saya paparkan tips-tips untuk backpacking, terutama bagi kaum hawa yang ingin menjelajah dunia.

1. Pakaian
Ladies, kita sedang bertualang.. akan banyak berjalan dan menggunakan transportasi publik yang biasanya butuh banyak energi lebih. Tinggalkan pakaian mall, kotak make up kumplit dengan aksesoris yang hanya akan membebani ransel kita. dan terutama, High heels! Pakailah kaus yang simple yang tidak butuh waktu lama untuk dikeringkan saat dicuci, sepatu/sandal yang nyaman dipakai berjalan. Sesuaikan pakaian dengan budaya lokal dan dengan musim yang berlaku disana. Hindari memakai perhiasan mencolok dan berlebihan yang bakal memancing orang lain melakukan tindak kejahatan. Ohya, untuk meringankan bawaan, saya biasa mengganti bawaan handuk mandi yang berat itu dengan lap motor yang mengandung serat fiber (biasa dibeli di ACE hardware atau toko perlengkapan sejenis)

2. Berbaur
Cobalah berinteraksi dan berbaur dengan orang-orang sekitar. bertegur sapalah dengan sesama turis, lebih baik jika bisa menemukan teman untuk sharing perjalanan. Jangan memisahkan diri ke tempat sepi dan pasang tampang gelisah. Jika tersesat, cari petugas kepolisian atau minimal sesama perempuan atau ibu-ibu untuk bertanya. Perempuan biasanya lebih peduli dan biasanya lebih aman.

3. Penginapan
Pilihlah hostel yang menyediakan dormitory untuk perempuan. Disanalah biasanya sarana untuk berkenalan dan bersosialisasi dengan sesama traveller. Jika beruntung, kita bisa menemukan teman untuk travelling bareng. Beberapa hostel yang saya singgahi juga menyediakan city tour dengan harga murah. Jika lelah atau bosan jalan sendiri, ini adalah alternatif yang cukup baik. Jangan memilih hotel yang dekat dengan red district jika berpergian sendiri. Meski lebih murah, hindari tempat-tempat yang beresiko.

4. Naiklah Taxi Meter yang resmi.
Ini pernah terjadi, saat di Manila saya mendapat info dari orang lokal bahwa taxi meter di bandara mahal sekali. lebih baik gunakan taksi biasa di keberangkatan. Saya menuruti saran tersebut, dan sukseslah saya ditodong untuk membayar taksi yang mahalnya minta ampun per kilometernya. Untungnya tidak terjadi hal yang buruk mengingat saat itu pintu taksi di lock oleh sopir tsb karena saya tidak mau membayar. Jika pertama kali ke suatu tempat baru, perhatikan bahwa lebih baik membayar sedikit lebih mahal tetapi aman daripada terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan.

Semoga tips ini cukup membantu para traveller. Sejujurnya, meski beberapa kali sempat mengalami hal tak mengenakkan, petualangan melihat dunia tetap sepadan untuk dijalani. Alih-alih belanja ke mall yang kadar senangnya tak bertahan lama, moment yang kita dapat saat travelling mungkin masih akan kita ingat puluhan tahun dari sekarang.

Keluar Negeri Pertama Kali, Apa yang Perlu Disiapkan ??

Paspor
Dengan banyaknya promo penerbangan murah, wisata ke luar negeri bukan lagi menjadi barang mewah belakangan ini. Hanya dengan modal minim, kita bisa pelesir ke berbagai destinasi diluar sana, sekaligus berinteraksi dengan orang-orang baru dengan berbagai latar belakang. Berikut saya berikan sedikit langkah utama yang perlu dilakukan untuk persiapan ke luar negeri:

1. Paspor & Visa
Ini adalah yang utama. Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan negara dan wajib ditunjukkan saat kita melakukan perjalanan antar negara. Seperti KTP, paspor memuat biodata kita serta riwayat perjalanan antar negara. Untuk pengurusannya juga tidak rumit dan bisa dilakukan secara online di situs Imigrasi

Visa merupakan dokumen yang berupa ijin untuk memasuki suatu negara beserta durasi waktu yang ditentukan. Beberapa negara diluar ASEAN mewajibkan visa bagi warga Indonesia yang ingin berkunjung. Untuk pengurusan visa, kunjungi dulu situs online kedutaan negara yang dituju untuk mengetahui syarat-syarat yang dibutuhkan.

2. Tiket
Paspor dan Visa ready, langkah berikutnya tentu membeli tiket untuk ke negara tujuan. jika diperlukan transit berilah jarak minimal 3 jam dari kedatangan menuju keberangkatan selanjutnya. Ini untuk berjaga-jaga jika pesawat kita delay/terlambat datang padahal kita juga masih harus melewati imigrasi. Ada garansi jika kita membeli tiket terusan/ connecting flight. Suatu kali pernah kedatangan pesawat saya terlambat sejam dari Beijing ke Kuala Lumpur dan akhirnya ketinggalan pesawat yang menuju Surabaya. Cukup siapkan tiket dan laporkan kepada petugas maskapai, dan keberangkatan kita akan diurus.

3. Mata Uang Asing
Sedikit ribet jika kita berpergian tanpa menggunakan travel agent, karena kita harus mencari tahu, menghitung berapa anggaran transportasi disana, hotel dan harga makanan sebelum bisa memutuskan berapa nominal yang harus kita bawa. Bagi penyuka kenyamanan, biasanya menggunakan jasa travel lebih dipilih. Kita hanya perlu membayar biaya paket, dan tinggal bertanya pada konsultan travel berapa biaya hidup layak selama diluar negeri. Sedangkan untuk Backpacker seperti saya masih harus menyiapkan rangkaian itinerary, map, anggaran, hotel dan sebagainya.

4. Bagasi & Barang Bawaan
Sesuaikan pakaian dengan musim disana, dan berpakaianlah sesuai kearifan budaya disana. Hindari memakai perhiasan berlebih yang bisa memancing orang jahat. Oh ya, pastikan barang bawaan tidak melebihi batas yang diijinkan jika tidak ingin membayar biaya lebih di Bandara, dan bawalah perlengkapan mandi dalam ukuran mini karena dilarang membawa cairan melebihi 100 ml.

Selamat berlibur πŸ˜€

Bangkok : Aneka kuliner yang memanjakan lidah

Bangkok, kota dengan segudang makanan. Mungkin kurang lebihnya seperti Jakarta yang komplit dengan Siomay, otak-otak, Gorengan, Asinan dan teman-temannya. Disana, saya hampir tak berenti mengunyah.

Dibandingkan dengan negara tetangga dekatnya, Pnompehn, saya lebih menyukai makanan di Bangkok. Dan kelaparan saya diakomodir oleh banyaknya penjaja makanan pinggiran disana dengan harga yang murah meriah. Mulai dari penjaja buah segar, Daging babi tipis yang enak sekali dicemil, sampai aneka kue basahan yang mengundang selera. Dibanding dengan Pnompehn dan Kuala lumpur, harga makanan di Bangkok juga sangat enteng dikantong.

Sayang sekali karena isu demonstrasi disana, jadwal 3 hari 2 malam saya percepat menjadi 1 hari 1 malam saja. Andai saja tidak kisruh mungkin saya akan menerima opsi Air Asia untuk tinggal 5 harian di Bangkok.

Dan terbukti kekhawatiran saya ada benarnya, karena tanggal 19 Januari saat itu, dikota saat saya ke Bangkok, sedang ada demo besar-besaran di depan Mall MBK tempat saya berkunjung. Tersebar di beberapa tempat terlihat dari BTS saat perjalanan menuju Bandara, para pendemo membuka tenda-tenda dan berdemo dijalanan. Semoga saja kisruh di Bangkok segera berakhir, dan predikat Bangkok sebagai ‘the sickman of Southeast Asia ‘ menggugah kesadaran para penguasa dan memunculkan semangat pemulihan disana.

Hotel Amaris Malang ; Review


Pertama kali datang kami disambut staff yang ramah dengan pelayanan cepat, dan mendapat kopi dan cemilan sore berupa ketela goreng. Gratis πŸ˜€ . Entah karena gratisnya (jarang-jarang kami dapat komplemen dari hotel budget), atau karena Malang sore itu terasa sejuk, yang pasti ketela goreng yang tersedia rasanya enak sekali dinikmati bersama teh hangat. Bersebelahan dengan restoran tempat kami bersantai, ada kolam renang mini, cukup lumayan untuk menghibur para keponakan yang tidak bisa diam itu.

Kami memesan 5 kamar, satu kamar saya pesan lewat Booking.com dengan rate 400 ribu/malam, sedangkan publish rate di hotel sebesar 390 ribu/malam. Seperti hotel-hotel budget lainnya, hotel Amaris dari Santika ini memiliki desain simple namun bersih. Kondisi kamar tidur minimalis tidak terlampau luas, namun toiletnya cukup lapang sesuai dengan yang saya suka. lantai, kondisi tempat tidur dan bantal bersih. Definitely, saya pasti balik kesana suatu waktu jika ada keperluan di Malang.

Menu sarapan standar seperti hotel budget pada umumnya. Berita baiknya, persis disebelah hotel ada rumah makan yang menyediakan cwie mie malang dan pangsit dengan kulit tipis yang enakk..

Hotel 88 Jalan Embong Malang Surabaya; Review

Terletak di pusat kota Surabaya, hotel ini mudah dijangkau dan strategis dekat dengan Tunjungan Plaza, salah satu mall terbesar di Surabaya.

Lokasi hotel di jalan Embong Malang yang sangat dekat dengan JW. Marriot, tepat bersebrangan dengan Amaris Hotel dengan desain minimalis dominasi warna pucat.

Kondisi kamar bersih, toilet nyaman, ada pintu kaca pada area mandi untuk menjaga toilet tetap kering. Staffnya juga cukup ramah dan membantu. Ada gratis wifi juga di kamar. Dengan harga sekitar 390 ribu/malam termasuk makan pagi untuk 2 orang, harga tersebut tergolong bersahabat. Menu sarapan minimalis dan standar, namun cukuplah untuk mengganjal perut sebelum beraktivitas. Untuk traveler yang hanya ingin sekedar tidur dan melepas lelah, hotel ini bolehlah dijadikan referensi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.