Arsip Kategori: Travel

Review Kampung Lumbung Boutique Hotel-Batu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pertama kali masuk area hotelnya, yang kupikir saat ituΒ  duh, kok jalannya curam dan sempit bangett cukup semobil doang.

Tapi ternyata mobil2 yang naik atau turun dipantau oleh petugas antara resepsionis dan petugas dibawah yang saling info jika ada mobil mau keluar atau mau masuk.Β  Ini untuk memastikan nantinya ga ada mobil tumbukan antara yg mau masuk sama yang mau keluar.

Kesan serem pas turunan curam itu langsung nguap gitu aja pas liat landscape cantik kumplit dengan gemericik pancuran, sungai kecil, kolam renang, kolam dgn ikan2 yang banyaaak serta rumah-rumah kayu a la jawa πŸ’™

Eh, bahkan pintunyapun kuncinya pake palang pintu lho. Kami serasa hidup di zaman old banget… Si koko sempet mainin palangnya, sampe keantuk persis dibawah matanya. Jd kalo mau wisata kesini, anak-anak harus diawasi baik2 ya…

Penginapan ini terdiri dari kamar hotel dan cottage. Sebenernya kami memesan kamar hotel di agoda, namun ternyata malah dikasihnya cottage (foto kamarnya beda dengan yang kami dapat), tapi tak apalah karena kami menyukainya πŸ˜†

Kamar kami cukup luas, ada 1 double bed dan 1 amben (dipan kayu), kamar mandi, ruang duduk didepan kamar, selain itu ada balkon kecil dengan pemandangan sungai kecil/ kolam yang ikannya besar-besar. Dan ga cuma ikan aja yang ada disitu, aku sempet ngajari si koko binatang2 baru yang dia baru lihat seperti belut, kodok, dan kepiting kali. Juga suara jangkrik πŸ˜„

Makanannya juga enak. Kami nyobain pisang goreng, mie kuah, dan nasi gorengnya. Aku pesan mie kuah karena katanya mereka produksi sendiri mienya dan ini yg mereka rekomendasikan. Rasa kuahnya ada asem-asemnya gitu mirip kuahnya tom yum. Enak, dan ga butuh waktu lama mi nya berpindah ke perut πŸ˜…

Tempat ini rekomended banget kalo kalian ingin menikmati suasana yang beda kayak hotel-hotel pada umumnya. Beberapa poin plus minusnya kusertakan disini ya:

Poin plus:

1. Landscape cantik, instagramable.

2. Makanan enak

3. Staff ramah

4. Harga masuk akal

Poin minus :

1. Cottage nya lumayan jauh, banyak acara jalan dari kamar ke receptionis, atau ke kafenya. Pertimbangkan untuk membawa orang tua kesini.

2. Breakfast terbatas menunya, tapi enak. Lontong sayurnya juara.

3. Akses jalan sempit dan curam. Lokasi masuk kedalam gang dekat sekali /hampir berhadapan dengan warung sate kelinci (dari arah surabaya, kiri jalan sebelum sate kelinci)

4. Penerangan kurang, baik dikamar maupun diluar.

Link youtube review kampung lumbung:

Klik disini!

 

 

 

 

 

 

Step by Step Pengurusan Paspor Menggunakan Aplikasi Antrian Online

Karena agak teknis, maka post step by step pengurusan paspor kutulis disini ya.

berikut langkah-langkahnya :

1. Download aplikasi antrian paspor online di HP. Screenshot_2018-05-04-01-18-00-78

2. Setelah terinstal, silahkan mendaftar (sign up) menggunakan email. Siapkan nomer KTP (NIK) karena saat mendaftar juga diminta.
Screenshot_2018-05-04-01-00-18-98

3. Cek email untuk aktivasi keanggotaan. klik link yang diberikan.

4. LOg in menggunakan Username dan Pasword yang sudah kita buat.
Screenshot_2018-05-04-01-20-12-14

5. Kita akan masuk halaman yang berisi alamat kantor imigrasi se Indonesia. Pilih salah satu kantor yang terdekat.
Screenshot_2018-05-04-01-35-06-33

6. Jika tertulis kuota full, kita bisa mencobanya nanti atau dihari tertentu tergantung kebijakan tiap kantor imigrasi. silahkan cek di web alamat kantor yg mau kita datangi, biasanya ada layanan dengan nomer WA/telepon untuk menanyakan hari apa kita bisa mencoba antrian onlinenya. JIka kuota tersedia, maka akan muncul tanggal yang tersedia untuk kita melakukan pembuatan paspor. pilih jamnya, dan isi data-data yang diperlukan.
Screenshot_2018-05-04-01-38-11-81
7. Setelah lengkap, simpan dan klik setuju pada aplikasi

8. Ikuti langkah-langkah selanjutnya dan akan muncul Barcode yang bisa kita print untuk ditunjukkan petugas nantinya. lebih mudah jika kita ScreenShot saja, print kertas juga tidak diminta kok.
IMG_20180425_223420

9. JAdwal sudah keluar, kita hanya perlu menyiapkan berkas yang diminta dan hadir paling tidak setengah jam sebelum waktu yang ada di aplikasi, karena sesampai di imigrasi ada form yang wajib diisi pula
IMG_20180425_223513

yang harus dibawa:
1. EKTP/ Surat bukti perekaman Ektp jika blm jadi. Asli dan FC A4 TANPA DIGUNTING
2. KK asli dan FC
3. Paspor Lama
4. Akta lahir Asli dan FC
5. Materai 1 lembar,
6. Bolpoin untuk mengisi formulir

Untuk anak2, data diatas ditambah dengan FC surat nikah, FC KTP (bersebelahan tanpa digunting), paspor kedua ortu. Ingatlah untuk selalu membawa berkas aslinya.

Nah setelah kita datang di waktu yang sudah dijadwalkan, pertama-tama kita diminta mengisi formulir pemgajuan paspor. 2 lembar untuk dewasa, 3 lembar untuk anak2 (1 lembarnya berupa surat pernyataan kedua orangtua)

IMG20180404113611

Setelah itu, kita akan dipanggil oleh petugas berdasarkan waktu apoinment pada aplikasi. ‘antrian jam 8 silahkan mengumpulkan formulir.’ kurang lebih seperti itu deh ya. Mulai ngantri bersama rombongan yang waktunya berbarengan untuk verifikasi data. Disinilah setelah verifikasi, kita akan diberi nomor antrian lagi. Oh ya, khusus untuk difabel, manula, bumil dan bayi, antriannya khusus diruangan lain disebelah tempat verifikasi, jadi ga perlu naik turun tangga. Jadinya antriannya juga tidak panjang. Memudahkan banget ya kaan?

IMG20180404113621

Setelah itu, kita tinggal nunggu nomor kita dipanggil, wawancara, foto, rekam sidik jari trus kita akan diberikan resi oleh petugas.

IMG20180404112732

Langkah ini selesai, selanjutnya kita tinggal melakukan pembayaran senilai 355 ribu perpaspor. Pembayaran ada di mobil kantor pos di dekat kantin (untuk kantor imigrasi juanda). Ada opsi pengiriman paspor kerumah juga, kalo kita tidak mau ribet.

3 -5 hari kerja berikutnya, paspor sudah siap diambil. Antrian pengambilan paspor baru buka jam 9 pagi. Ga perlu buru2 deh kayaknya karena cepet banget prosesnya.
Bawa Resi dan KTP ya..

Nah, udah gitu aja prosesnya.. Mudah bukan? Jadi jangan parno dulu kalo mau ngurus-ngurus berkas. Rasanya sekarang udah tidak sebelibet dahulu kala saat jaman beras masih murah tapi akunya jarang makan daging boro-boro mau bikin paspor. Wong akte lahirku aja dulu selembar 180 ribu bayarnya (jaman beras sekilo ratusan rupiah)

Makasih pada pemerintah yang udah mempermudah birokrasi di negara ini. Semoga kedepan semakin baik pelayanan publiknya.

Banyuwangi; Mengenal Suku dan Adat Oseng

Saat Gathering Univ Petra kemarin, kami ngelencer ke banyuwangi, kota yang belakangan populer dengan menjual wisata dan adat sukunya dengan perayaan dan festival-festival internasional.

Kami dijamu oleh teman Β dari prof. Rolly intan, mantan alumni UK petra juga yang saat ini menjabat ketua DPC partai Lanjutkan membaca Banyuwangi; Mengenal Suku dan Adat Oseng β†’

Bangkok ; Perjalanan Pertama ke Wat Pho

Tak banyak waktu yang kami miliki di Bangkok karena schedule penerbangan Air Asia kami dipercepat satu hari. Satu malam di Bangkok, kami hanya mengunjungi Kota, Menginap di Seputaran khaosan Road, dan mengunjungi Wat Pho yang merupakan kuil/Vihara terbesar dan tertua di Thailand.

Wat pho terletak berdekatan dengan Grand Palace, dan bersebrangan dengan Wat Arun. Sayangnya lagi-lagi karena mesti mengejar waktu dan ini pengalaman kali pertama kami ke Bangkok, maka kami memutuskan hanya mampir ke Wat Pho saja daripada nantinya terlalu lama mengunjungi obyek wisata dan akhirnya tersesat di kota.

Kenapa Wat Pho? karena disinilah terdapat salah satu Patung Budha tidur yang terkenal di dunia. Patung Budha ini, atau yang biasa disebut The reclining Buddha, membujur sepanjang 46 meter dengan tinggi 15 meter, dan berlapis emas. Kakinya saja, ukurannya mencapai 5 meter, dihiasi dengan laksana / 108 simbol karakteristik Buddha. Saking besarnya, sulit sekali mengambil foto Patung secara keseluruhan. Paling banter dapat kepalanya saja, atau kakinya.

Harga tiket sekali masuk di Wat pho adalah sebesar 100 bath. Jangan kuatir lapar, karena didepan kuil banyak sekali penjaja buah dan makanan yang enak-enak.

Jika ada kesempatan lagi, definitely saya pasti kembali dengan durasi waktu lebih lama untuk menjelajahi tempat wisata terutama makanan-makanannya yang cocok dengan lidah saya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jalan-Jalan ke Museum Angkut – Batu

Dengan luas +/- 3,8 hektar museum angkut menyajikan pengetahuan dan koleksi moda transportasi dari berbagai masa. Memasuki area museum, sudah terpanjang mobil- mobil antik yang keren banget. Lebih jauh kedalam, malahan lebih banyak disuguhkan zona interior berlatar negara-negara lain seperti Amerika, Stasiun Kota Jakarta/ pecinan, Jerman, Perancis dsb yang rasanya seperti berada di lokasi pembuatan filem (Pasti boring juga andaikata kita hanya melihat mobil-mobil / alat transportasi dipajang tanpa ada unsur pelengkap lainnya.)

Harga tiket untuk hari biasa Rp. 60.000,- dan Rp. 80.000,- untuk hari Sabtu/Minggu/Tanggal merah.

Tambahan info, membawa Kamera masuk Museum dikenakan charge tambahan Rp. 30.000, tas-tas kita akan diperiksa di pintu masuk.

Taman Safari Indonesia II ; Really Entertaining Show, U won’t Regret it!

Located in Prigen, Pasuruan-East Java, Taman Safari Indonesia II is the largest safari park in Southeast Asia with a total area of 250 hectares and the number of animals is quite complete from 5 continents.

Taman Safari Indonesia II presents a variety of educational entertainment, such as the Elephant show, Animals show, and dolphins show. all performances are very entertaining and it helps increasing awareness and education to visitors to live in harmony with nature especially animals.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.