Arsip Kategori: Pregnancy

16 minggu

Waktunya kontrol ke dokter. Kali ini BB naik 1.5 kilo jadi 53 kilo. Tak ada keluhan berarti selain tulang ekor yang sakit kalo dipakai duduk.

Pas USG, dedek lagi tengkurap. Sesekali goyangin kaki. Wajahnya menoleh kebelakang terus, sampai satu moment dia menoleh ke monitor dengan matanya yang besar ke arah kami.

Menurut info yang kubaca, janin belum membuka mata di usia 4 bulan. Mungkin karena badannya masih transparan, jadi matanya terlihat jelas di monitor. Just my opinion sih. Tangannya juga terlihat melambai ( mungkin mau menghisap jarinya, tapi mami papinya tetep maksa beranggepan si dedek lambai tangan :D). Rasanya…nyesss…bahagianya melihat si dedek disana.

Air ketuban jernih, dedek ukurannya normal, detak jantungnya juga. Panjangnya 11 cm. Thank God semuanya oke.

Vitamin yang diresepkan: Prenatin-DF, Osfit DHA.

Kehamilan 12 Minggu

Pas kontrol kehamilan 12 minggu, Dedek di perut sedang asik menggoyang goyangkan tangan, kaki dan kepalanya juga terlihat mengangguk – angguk. Aih lucunyaa… Hati terasa serr…kayak disiram air sejuk. Kami jatuh cinta padanya bahkan sebelum dia lahir ๐Ÿ˜€

Surprised banget secepat itu tubuhnya berkembang. Tubuhnya memang masih seperti kacang mede. Kepala masih lebih besar dan leher masih terlihat sangat ‘nempel’ dengan tubuh dan kepala. Namun tangan dan kaki sudah terbentuk. Pada usia kehamilan 12 minggu, uuran tubuhnya sudah 5.87 cm. Padahal bulan sebelumnya kurang dari 1.5 cm

Kondisi fisik:
Secara keseluruhan, kondisi berangsur-angsur membaik, tidak terlalu mual dan tubuh lebih kuat. BB turun 0.5 kg jadi 51.5. Mulai terserang sakit kepala.

Kulit wajah menjadi kering dan gatal sekali. Stop bedak apapun selain pakai baby cream dan olive oil. Meski lengket-lengket ternyata efeknya bagus. Kulit tidak gatal lagi karena lembab mungkin.

Saat kehamilan usia 12 minggu, hidung masih sensitif, masih menolak daging dan kuah-kuah berbau tajam. Perut masih bermasalah. Kembung dan buang gas terus. Sedikit risih, tapi kita nggak sendiri. Ibu hamil biasa mengalami sembelit dan gas berlebih.

Resep Vitamin Ibu Hamil 12 Minggu:
Folamil Genio 1×1
Cal 95
Karena ga suka nasi, dan sukanya makan manggis dan jeruk, Disarankan makan buah berkalori tinggi seperti alpukat untuk naikin BB.

Kehamilan Usia 8 Minggu

Kontrol kedua, 2 minggu setelah dinyatakan positip. Kontrol pertama baru terbentuk kantong kehamilan, sedang suara detak jantung embrionya belum terdengar.

Ketika dokter memperdengarkan degupan jantungnya, kami berdua saling menatap. Takjub dan segala macam perasaan campur aduk rasanya.

Ukuran bakal janin baru 1.39 cm. Dokter menyarankan kontrol sebulan sekali. Diresepkan penguat kandungan sejak pertama datang sampai usia kandungan 11 minggu karena masih timbul flek.
Resep:
Utrogestan 1 x 1 jika flek diminum 2 x 1.
Elkana untuk tulang 1 x 1
Biosanbe untuk kecukupan zat besi 1 x 1

Pantangan makan :
Makanan mentah/setengah matang baik sayur maupun ikan/daging, bebakaran, makanan kaleng.

BB 52 kilo, naik setengah kilo dari kontrol pertama 2 januari lalu.

Kondisi badan : letih berlebih, mual terlebih setelah minum vitamin mineral (biosanbe) sedikit aktivitas rasanya sudah bikin pucat dan mau pingsan.

Hamil, …Tidak Hamil ??? (Diagnosa Keliru)

Awalnya tanggal 20 Desember 2014 datang haid keduaku sejak menikah. Lebih cepat 1 atau 2 hari dari perkiraan. Kukira masih normal ketika hari pertama hanya muncul flek coklat. Namun ternyata sampai 2 hari berikutnya tidak ada darah segar yang keluar. hanya flek-flek coklat biasa. Mulai cemas, karena biasanya haidku deras dari hari ke 2 sampai hari keempat dan baru bersih setelah 7 hari. Tidak terpikir kemungkinan hamil, karena seminggu sebelumnya hasil test pack ku negatip. Perhitunganku simpel saat itu, aku menghitung masa suburku tanggal 6-9 Desember 2014, tanggal 14 berikutnya kulakukan test pack (katanya kehamilan bisa dideteksi setelah 7 hari berhubungan) dan hasilnya negatif.

21 des bercak

Khawatir terjadi apa-apa, 22 Desember 2014, aku berkonsultasi dengan obgyn di jombang. dari hasil USG, dokter menyimpulkan bahwa keadaanku normal, rahim bersih (tidak ada kista/miom) hanya terjadi penebalan dinding rahim yang belum luruh menjadi mens. dan ketika aku berkeras menunjukkan bercak haid yang telah kufoto sebelumnya, dia bilang rata-rata perempuan baru menikah mengalami haid tidak teratur/ problem sepertiku. Dia meresepkan Provula (Hormon penyubur) dan menyarankan untuk melakukan hubungan pada tanggal 31 Des, tanggal 2 & 4 Januari.
kartu dr

resep

Pulang dari dokter, bukannya tenang, aku tetep tidak percaya kalau darah haidku terbilang normal. Aku percaya tubuhku berbicara dengan caranya sendiri. dan aku menangkap bahwa ada yang tidak normal dari tubuhku kali ini. Bercak masih keluar berupa butiran-butiran merah, bentuknya seperti padi tenggelam di dasar toilet.

Sebelum meminum resep yang diberikan, (dokter bilang obatnya harus diminum malam itu) aku browsing tentang Provula dan mendapati bahwa kontra indikasinya adalah kehamilan. Aku ingin hamil cepat, dan sangat tergoda meminumnya. Namun setelah browsing sana-sini, kuputuskan menunda minum obatnya sampai besok setelah dilakukan test pack. Asumsiku, jika aku hamil saat itu aku akan kehilangan kesempatan punya bayi jika minum obatnya karena kontra indikasi obat tersebut tidak aman untuk kehamilan.

Esoknya agak siang di kantor, kuputuskan melakukan test pack (Bercak masih terjadi saat itu) tes pack lebih akurat dilakukan pagi tapi karena alatnya dikantor dan aku sepagian sibuk, baru bisa melakukannya pas selesai makan siang. Harap-harap cemas saat menunggu hasilnya, yang ternyata tampak satu garis merah jelas (negatif) dan satu garis super samar (2 garis merah berarti positip). Ketika kutanya teman-teman, mereka ya sama bingungnya. Namun satu teman kantor, seorang suami bilang, bahwa kemungkinan aku hamil. Dia menyarankan aku tidak meminum obatnya dan menunggu beberapa hari untuk test pack lagi karena istrinya pun dulunya mengalami sepertiku. Thanks to Mas Aldrin. Konsultasi berikut ke kakak perempuanku yang ternyata mengalami hal yang sama saat hamil anak pertama.

23 des tp

Butuh waktu sampai seminggu lagi untuk benar-benar melihat 2 garis merah itu. dan ketika akhirnya tanggal 2 januari aku periksa ke dokter di sidoarjo, berita yang ditunggupun tiba. Aku 100% hamil dengan usia kandungan 6 minggu, kantong kehamilan baru terbentuk di dalam rahim.

31 des tp

2 jan tp

USG

Bersyukur, saat itu mau menunggu, mau mengikuti bahasa tubuhku dan mendengarkan saran orang lain. Apa jadinya jika kuminum obat penyubur yang mungkin malah meluruhkan bakal janinku saat itu? Aku tidak menyalahkan dokter obgyn pertamaku, namun para wanita hendaknya tahu kandungan obat-obat yang diresepkan agar tidak terjadi hal-hal yang nantinya merugikan kita sendiri.

Postingannya panjang kali, semoga berguna buat para calon ibu lain yang ngalami problem sepertiku.

Menghitung Usia Kehamilan

Dari dulu mesti berpikir kalo usia kehamilan itu dihitung berapa lama dari masa konsepsi / pembuahan. Ternyata baru tahu ketika periksa kandungan dan di USG dokter bilang kalo kehamilanku sudah 6 minggu, padahal 6 minggu sebelumnya itu aku mendapat haid.

Menghitung usia kehamilan itu dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan masa kehamilan biasanya 40 minggu. Jadi saat wanita sudah terlambat haid satu minggu, umur kandungan sesuai perhitungan dokter bisa jadi 5 minggu usia kehamilan.

Kalo dari perhitungan begitu, bisa jadi pasangan yang baru nikah sebulan dan langsung hamil, usia kandungannya lebih dari usia pernikahan dong ya?
Misalkan katakanlan si Anu haid hari pertama tanggal 1 januari, nikahnya tanggal 15 januari, dan langsung hamil, maka usia kandungannya bisa mencapai 4 minggu saat jadwal mens berikutnya jika dia belum mendapat haid meski usia pernikahan baru 2 minggu.

Trimester Pertama

Ini masa-masa paling berat rasanya bagi banyak calon ibu. Aku pribadi tidak merasakan muntah. Mual iya, tapi lebih seperti pas maag nya kumat. Mual tapi ga bisa muntah. Kepala rasanya berat, berjuang terus melawan rasa lelah berkepanjangan karena tetep harus kerja, energi rasanya terkuras habis. Pernah, saat belum tahu bahwa aku hamil, aku naik turun tangga ke lantai 3 kantor. Rasanya mau pingsan. Padahal itu hal yang biasa dilakukan tiap harinya. Tapi syukurlah, semua bisa dilewati dan kerja tetep on time sesuai jadwal. Hamil bukan alasan untuk memanjakan diri kan?

Selain rasa letih lelah dan mual, hidung juga lebih sensitif terhadap bau. Efeknya sudah bisa ketebak; males makan. Trimester awal, aku ga doyan daging, sebel kalo ada masakan berbumbu tajam macam bau bawang (bakso, rendang, rawon). Sukanya sayur sama ikan goreng tok.

Katanya sebagian ibu hamil akan terlihat lebih glowing/ lebih cantik, ada pula yang nggak. Aku salah satunya yang terlihat elek. Pake ‘U’ didepan dan tambahan ‘K’ dibelakang pula. UelekK! (Artinya jeleknya banget) kulit wajah menjadi kering & gatal, rambut yang biasanya jatuhnya enak tanpa perlu disisir jadi berdiri tegak kayak serabut kelapa. Apalagi dengan hidung yang super sensitif, aneka bau lotion jadi nggak suka. berhenti pakai krim-krim aneka macem. Pokoknya kehilangan selera terhadap fashion dan make up.

Yang paling menakutkan, flek coklat yang keluar hampir tiap hari selama 2 minggu sejak desember tgl 22. Dokter bilang kandunganku lemah, dan diresepkan penguat. Meski begitu, sedikit saja aktivitas berlebih (misal naik tangga dan jalan sediikit jauh) flek langsung nongol lagi. Jadinya kalo ada perlu antar dokumen ke atas terpaksa minta tolong OB. Hal yang ga pernah kulakukan sebelumnya. Demi dedek didalam, tidak apalah merepotkan orang lain sebentar..

Menginjak 3 bulan, badan sudah terasa lebih enak. Gangguan mual masih terus terjadi. Mungkin lambung jadi sensitif juga saat hamil. Fisik udah bisa diajak kompromi. Lega, akhirnya wilayah ga nyaman itu terlewati ๐Ÿ˜€