Arsip Kategori: Fashion

Do It Yourself, Save your Money and Love the Earth…

Ceritanya bermula beberapa hari kebelakang saat akhirnya punya kaus baru yang matching sama wedges hijau kuning yang tidak pernah dipakai sejak membelinya tahun lalu. Ndilalah, begitu membuka kotak sepatu, akupun kecewa berat karena lapisan kulit sintetis tampak mengelupas di beberapa bagian.

Dengan pertimbangan cacatnya tidak terlalu terlihat, Jumat itu akhirnya terpakailah wedges kuning berpadu dengan T-shirt Kuning, Boyfriend jeans, kalung hijau dibalut Blazer hitam untuk kesan formal di kantor. Aman, penampilan cukup edgy dan eye catching.

Malapetaka terjadi esoknya, kelupasan makin banyak dan bikin kheki berat karena sandal yang sebenarnya cantik itu jadi perhatian karena kelupasannya yang bikin malu. Tak bisa lebih malu lagi kalau penampilan sudah Ok, tapi sandal bocel-bocel.

Tidak rela membuang wedges yang baru (karena belum sekalipun dicicipi), dan berbekal tontonan tiap sabtu-minggu pagi di NET TV tentang fashion, semalaman kucari info dan buka-buka youtube untuk menemukan edisi cara meremajakan sepatu-sepatuku yang lumayan banyak tapi terbengkalai tak terawat karena kemalasanku 😦

Setelah beberapa jam, edisi yang kucari tidak ketemu, namun ternyata Youtube mengarsip banyak sekali video sejenis. Tinggal search ‘DIY’, dan taraaaa…muncullah banyak sekali video-video kreatif tentang peremajaan barang usang kita. (thanks to Youtube 😀 )

Menarik mengetahui, bahwa kita bisa membuat barang usang menjadi layak pakai kembali. Untuk kasus sandalku, ada beberapa cara yang kuterapkan untuk mereparasinya. Awalnya kusapu dengan cat acrylic, tapi hasil sapuanku terasa kurang halus meski warna campuranku cukup mendekati warna asli wedges (hijau muda, putih dan kuning).

Polesan berikutnya kugunakan Pylox yellow, warnanya berbeda dengan warna asli wedges, tapi hasilnya cukup halus dan terlihat lebih glossy. Sengaja tidak kuwarna bagian bawahnya, agar warna tidak monoton dan terlalu cerah.

Dibutuhkan kurang dari 2 jam untuk mewarnai sandal dan mewarnai kaos oblong tak terpakai. Hasilnya…? tidak terlalu memuaskan, tapi juga tidak terlalu buruk. Berikutnya, pasti lebih rapi. Yang penting wedges siap dipakai lagi. It really fun, hemat uang, dan terpenting membantu mengurangi sampah untuk kelestarian bumi kita.

Step by step mereparasi sandal akan diulas di tulisan berikutnya, kumplit dengan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada awal percobaan pertama.. 😀

Jember Fashion Carnival 2013

Kecil-kecil cabe rawit!
Siapa yang menyangka, kota kecil seperti Jember, yang dulunya bahkan tidak banyak orang yang tahu, Jember itu terletak di bagian mana pulau Jawa, sekarang bisa begitu dikenal karena Kota ini, rutin menggelar karnaval fashion paling spektakuler bahkan di seantero Indonesia.

JFC terkenal karena keunikannya, selain memanjakan para pencinta fotografi dengan fashion yang eye catching dan spektakuler, JFC merupakan salah satu event karnaval terbesar setelah Mardi Grass (New Orleans), Rio De Jeneiro Carnaval (Brazil), and Fastnatch (Koln ). Tak hanya itu, JFC juga menggunakan jalanan sebagai catwalk para modelnya dan merupakan catwalk terpanjang di dunia karena jarak yang ditempuh mencapai 3,6 km (dari alun-alun kota sampai GOR Jember)

Adalah Dynand Fariz, seorang penggagas JFC yang juga seorang fashion designer local. Mulanya JFC diadakan untuk memperingati hari jadi kota Jember dan saat ini rutin diadakan setiap Agustus berdekatan dengan HUT RI. JFC ini setiap tahunnya memperagakan busana trend dunia, tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal dan bahkan tiap tahunnya, selalu diperagakan pakaian budaya tradisional yang malah meningkatkan kesadaran kita akan kekayaan budaya Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, kemasan JFC semakin hari semakin matang, meski beberapa hal nampaknya perlu dibenahi terutama dari kalangan masyarakat yang nampaknya tidak bisa tertib dan belum siap jika event ini suatu ketika menjadi event internasional.

Tema JFC tahun ini Artechsion ( Art meet Technology and Illusion ) ” dengan 10 tema defile yakni Tibet, Betawi, Bamboo,Artdeco,Octopus, Canvas, Tribe, Spider dan Venice dan melibatkan lebih dari 700 an peserta.