Tabungan dan Reksadana; Sekedar Perbandingan.

Pernah nggak merasa, walau seberapa keras kita berusaha, kok ya masih aja uang di rekening ga nambah-nambah? Seberapa banyak kita kerja, kok ya selalu pengeluaran lebih terasa cepet ngalirnya daripada pemasukan?

Well, sebenarnya kalo kita mau sedikit belajar memanage uang, dan lebih cerdik memperlakukan uang, mungkin problem kesulitan uang di tengah bulan, kesulitan bayar SPP anak, dan kesulita-kesulitan lainnya bisa dihindari.

Salah satu cara menjauh dari yang namanya kekurangan uang, adalah memaksimalkan kinerja uang kita. memakai uang kita supaya menghasilkan leih banyak daripada yang kita habiskan. Caranya? Investasi doong.. Sayangnya banyak yang berpikir, investasi itu kudu banyak uangnya, kudu jadi orang kaya duluan.. lha kalo gitu, ga ada dong orang miskin yg bakalan jadi kaya, ya nggak?

Belajar berinvestasi, tak lepas juga dari perencanaan keuangan yaa.. coba deh baca beberapa postinganku duluu Disini dan Disini
Bukannya udah pinter, aku pas ikutan kelas Perencana keuangan, malah berasa tolol sendiri karena ilmu yang dikasih ga sepenuhnya bisa di aplikasikan didunia nyata. Aku belajar statistik; koefisien, beta dsb yang jelas bikin mumet dan mestinya sudah ada tools nya yg memudahkan buat orang awam kayak aku yaa. Meski gitu, selain mendapatkan suami 😀 , banyak juga ilmu yang bisa diaplikasikan dari training itu, kayak ngitung nilai waktu uang yang nurutku penting banget untuk ngitung kebutuhan kita nanti dimasa depan supaya nanti menua dengan cukup ga ngerepoti anak.

Nah ngomong Investasi; aku pengen berbagi sedikit tentang gimana uangku bertumbuh melampai nilai deposito, walo hanya nabung setahun selama sejuta perbulan. Jangan liat nilai/nominal kecilnya yaa, aku lebih ingin menekankan pentingnya menaruph dana sekecil apapun itu, ditempat yang tepat. Agar uang kita bisa kerja maksimal. Makanya aku sengaja bikin rincian nilai investasi (dalam hal ini reksadana saham), dan perbandingan jika uangnya kita parkir di tabungan saja.

Biar ga bosen bacanya, dah lebih baik langsung tak kasih hasilnya ya. Lama ga ngitung-ngitung, semoga hasilnya bener.. hahaha

perbandingan reksadana dan tabungan

Dari data diatas, bisa disimpulkan bahwa, dengan nominal uang sama yang ditabungkan ke instrumen berbeda (tabungan dan reksadana), akan menghasilkan hasil yang berbeda. Return reksadana mencapai 15% sedangkan return tabungan mencapai 5% selama kurun waktu 2 tahun.

Jadi, disimpulkan sendiri yaa…mana yang menurutmu paling baik untuk menggandakan uang. Ingat juga, bahwa yang namanya investasi reksadana juga punya resiko, dan kinerja masa lampau tidak mencerminkan kinerja yang akan datang. Jadi pelajari baik-baik kemampuan kita menerima resiko dibandingkan keinginan kita untuk mendapatkan imbal hasil.

Mau bisnis, ada kemungkinan rugi, entah tenaga atau uang.
Mau investasi juga ada kemungkinan rugi
Mau ditabung, nilai uang kita juga menyusut jika dibandingan dengan kenaikan inflasi (Rugi juga sebenernya)

Sekali lagi, harap dipilah dan dipilih dengan bijak sesuai profil resiko kita, mana yang terbaik untuk menentukan masa depan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s