Ada apa dengan Negeri ini…?

Mungkin karena hamil, mungkin juga karena sudah menjadi ibu, pagi ini melihat foto jasad sikecil intan marbun tertutup kain dan dikelilingi para dewasa yang bersedih, aku ikutan nangis tersengguk-sengguk tak terbendung..gadis kecil yang manis itu harus mati begitu saja karena lemparan molotov bom oknum ‘pembela agama’.

Betapa dunia yang harusnya kita jaga, demi anak kita mendapatkan keriaan masa kecilnya, telah berubah menjadi ladang penuh ranjau, yang ditanam oleh prasangka, kebencian yang terus menerus dipupuk.

Lihatlah tiap hari berita kebencian terus bersliweran, kita posting di media sosial, tanpa saringan, tanpa perlu ditelaah gunanya. Tak peduli siapapun bisa mengaksesnya; anak-anak, dewasa, pendidikan maupun tidak pendidikan. Dan sekejap saja semua orang tak ahli pun bisa menjadi hakim dengan pemikiran dan egonya-yang kadang tak sesuai realitas. Siapapun juga, tak kenal lulusan SD sampai Magister, menjadi sama pinternya dalam menyebar kebencian yang katanya pembelaan atas agama, padahal atas egonya sendiri.

Negeri ini juga sudah dipisahkan dengan kafir non kafir, politik pro anu dan inu, sampai tak tahu cara untuk legowo dan membangun bersama. Cepat tersulut amarah, lambat mengasihi. Suka menuding, tapi tak pernah berkaca. Sibuk bertengkar seperti bangsa barbar, lupa ada generasi dibawah kita yang menonton dan akan menjadi penerus watak dan adab kita.

Aku sudah bersepakat dengan diriku, untuk menciptakan dunia yang indah bagi masa kecil anakku. Tidak ingin mengulang masa kecilku padanya, dimana kami minoritas selalu diolok dan diludahi. Aku sudah melepaskan dendam, karena dunia tak akan lebih baik dengan dendam yg kuwariskan. Sudah cukup itu semua, sekarang saatnya mengajarkannya hidup rukun berdampingan dengan saudaranya yang cina, sunda, saudaranya yang poso, toraja, yang kristen dan yg muslim.

Aku, kamu, kalian semua punya andil dalam menciptakan kedamaian atau kerusuhan dengan menggulung opini publik, dan menggalang aksi pro anu dan inu tadi. Jika masih ingin memenangkan ego dan ingin indonesia terbelah, porak poranda, teruskan saja menumpuk rasa benci seperti jerami diatas bara api. Mungkin kau berpikir tak apa jika negaramu sendiri rusuh kau kacau, kau benci, dan saudaramu kau musuhi. Yang penting kau (yang kau pikir benar), menang.

Namun jika kau peduli masa depan bangsamu sendiri, tempat kau bernaung sedari kecil, mencari nafkah, menghidupi keluarga dan menjalin rasa persaudaraan, hentikan semua postingan jahat dan provokasimu. Pikirkan baik-baik apa yang akan kau posting, apa yang akan kau ajarkan pada para balitamu dirumah, ditempat ibadah, karena nantinya merekalah yang akan menjadi aset yang membangun, atau mesin penghancur dinegara yang bhineka ini.

Jika kita sepakat Allah adalah hakim yang adil, maha melihat, mampu menghidupkan dan mengambil nyawa kapanpun Dia mau, apa pentingnya bagimu menumpahkan darah orang lain ? Toh jika Dia mau, sekejap mata para penghinaNya bisa mati disapu tsunami, dihantam banjir, atau disambar geledek. Mengapa kau harus bersusah-susah menjadi alatNya untuk membunuhi sesamamu, dengan menjadi allah atas nyawa orang lain?

Atau sebenarnya bukan Allah mau begitu, tapi kamu yang haus akan Kuasa menjadi seperti Allah. Dosa tertua yang tak lekang waktu dan masih laris dijual iblis pada manusia.

Damailah disana Intan, dimana tak ada lagi benci dan permusuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s