Slimming Treatment;Marie France Bodyline

Sudah 6 bulan sejak kelahiran si kecil, badanku yang melar tak kunjung susut juga. Berat badanku naik 20 kilo semasa hamil, dan sampai saat ini masih ‘nyantol’ kira-kira 10 kiloan. Perut tebal seperti karet ban, ditambah paha, bokong, dan lengan bagian atas yang melembung. Tidak ada baju lamaku yang muat, dan aku malas beli baju baru. Dengan tubuh gemuk begini,
rasanya sense of fashion menguap entah kemana. Aku ga pede, karena pakai apa saja rasanya tetep tidak enak dilihat.

Mau diet, mulut sudah terlanjur doyan makan. Olahraga..? Kapan waktunya? Paling hanya sore hari jalan muteri blok pas ngajak aguk jalan-jalan. Mau ikut program pelangsingan, bayi gantengku ga bisa ditinggal. Serba salah kan?

Demi memuaskan rasa ingin kurus, aku mulai browsing mencari metode pelangsingan yang kira-kira cepat dan tanpa obat. Aku tertarik promo di website marie france bodyline untuk mendaftar 6 treatment dengan harga 880 ribu. Kupikir, itu langkah awal yang layak dicoba. Treatment nya ga terlalu banyak, sekalian melihat apakah anakku bisa ditinggal untuk treatment.

Jadilah aku berangkat ke MFB, untuk konsul dulu mengenai treatment yang dimaksud. Nah, ternyata setelah konsul, ukur sana-sini, aku ditawari sepaket program dengan perawatan lebih banyak senilai 5,9 juta. Wth? Dari 880 ribu kok naiknya jadi meh 6 jutaaa..mahal ya. Iya jika kepake, kalo anakku rewel ga bisa ditinggal gimana dong? Kan ilang uang segitu gede, batinku.

Treatment yang ditawarkan memang cukup banyak, 26 kali treatments. Kupikir, cengli lah ya…aku minat juga sebenarnya, tapi ya itu tadi, waktunya yang ga ada. Si aguk ga pernah pisah lama dariku, selalu rewel kalo liat ga ada aku.

Sempet ngobrol panjang sama marketingnya, yang gigih menawarkan produk ini, dia meyakinkan bahwa aku bisa bikin adjustment tentang waktu treatment, disamping bisa menyusui kalo diperlukan. No worries, katanya. Selain mommy juga harus punya me time katanya. Untuk statement ini, aku setuju banget.

Aku mulai goyah. Tinggal mikir siapa yang jagain si kecil saat treatment. Ga usah ditanya juga jawabannya tentu saja sudah pasti suamiku, siapa lagi? Nah tapi apakah dia mau? Secara, lelaki kliatannya kurang bisa ngurus anak nangis kan? Disamping biayanya juga sih, apa dia setuju ngeluarin biaya segitu?

Akhirnya, setelah nanya dan diskusi pendek. Ternyata suami bilang okeh lho…* kecup sayang suami*, entah nanti gimana sikecil, aku udah mikir saatnya berbenah diri. Aku tidak nyaman melihat muka kucel, gendut, dan jelek dikaca. Toh dalam seminggu mungkin aku cuma minta ‘me time’ 2 jam saja. Tidak terlalu egois menurutku.

Setelah bayar-bayar, treatment pertamaku dijadwalkan minggu depannya (kemarin) dengan 4 treatment dalam rentang waktu 1,5 jam an. Seperti apa treatmentnya? Simak Disini yaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s