Mengapa harus ASI?

Mengapa harus ASI?
Menurutku, sudah kodratnya setiap ibu menyusui bayinya. Ada tanda-tanda kodrat yang tidak bisa diingkari yang jelas membuka mataku bahwa sudah selayaknya bayi manusia mendapat air susu ibunya, bukan air susu dari spesies lain. Just my simple thought, Mengapa harus Asi?

1. Buatan Tuhan vs Manusia
Aku pilih yang pertama deh. Susu sapi bagus untuk anak sapi, susu kambing untuk anak kambing, asi untuk bayi. Takaran gizinya sudah pas dibuat oleh pencipta, bahkan asi tak mengenal ibu miskin atau kaya. Beda dengan sufor yang level harganya bervariasi mulai dari Yang murah sampai mahal. Asi diproduksi dengan kualitas yang terbaik dari tubuh ibu untuk bayinya. Bahkan jika ibu kurang asupan gizi, tubuh tetap akan mengutamakan produksi asi dan jika perlu mengambil apa yang diperlukan bayi dari tubuh ibu.

2. Cara kerja tubuh memproduksi susu
Kita diciptakan dengan payudara yang akan otomatis memerintahkan tubuh untuk memproduksi air susu saat janin dilahirkan, sedikit pada hari -hari awal karena bayi kita dengan lambungnya yang seukuran kelereng juga hanya butuh sesendok teh asi sekali minum. Semua makhluk pun akan otomatis tahu bahwa itulah gunanya tubuh kita memproduksi asi. Sebagai makanan bayi kita. Jadi Asi diciptakan dengan fungsi tertentu, bukan untuk disia-siakan menurutku. Ajaibnya adalah bahwa Asi kita akan selalu cukup, tubuh akan menyesuaikan produksi dengan kebutuhan bayi lewat hisapannya. Makin sering dihisap, produksi akan bertambah, demikian sebaliknya.

3. Wireless connection antara ibu dan bayi
Ga cuma internet lho yang bisa nyambung dengan jaringan nirkabel. Saat ibu mendengar bayinya menangis, secara ajaib tubuh juga merangsang asi otomatis keluar. Aku ingat saat aguk menangis kehausan, asi akan langsung keluar deras padahal saat diperah hanya keluar tak sampai 10 ml asi. See..? Tak perlu tombol apapun, alam sudah mengkoneksikan ibu dan bayi dengan cara canggih bin misterius. Aku tidak ingin mengingkari cara alam bekerja dengan memberi sufor ganti asi.

4. Fakta ilmiah
seluruh kalangan medis mengamini bahwa asi terbaik bagi bayi. Di dalam asi ada berbagai enzim dan sel hidup yang baik bagi bayi dan tidak terdapat pada sufor. Dan yang tak kalah menariknya, asi ga cuma baik bagi bayi, menyusui punya banyaaak sekali efek positif bagi ibu.
Bahkan di tiap kaleng susu formula yang kubeli pun, selalu tertera, ‘asi terbaik untuk bayi’, susu formula diberikan dengan indikasi medis tertentu yang dipakai saat ibu tidak mampu memberi asi. Dengan kata lain, sufor itu adalah opsi terakhir, bukan utama.
Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, asi hanya menjadi komplemen dengan sufor sebagai makanan utama untuk bayi kita. Padahal ngASI ga pake bayar alias gratis, dan terbukti lebih unggul dari sufor. Jika di kaleng sufor aja tertera bahwa asilah yang paling cocok untuk bayi, mengapa ibu-ibu masih memaksakan memberi sufor pada anaknya padahal bisa memberi asi? Mengapa harus memberi yang jelek untuk buah hati tercinta..??

5. Efek buruk sufor
Selain rentetan keunggulan asi yang membuatku berjuang ngASI, efek buruk sufor membuatku ingin jauh-jauh dari formula. Efek yang cukup banyak mulai dari obesitas, hiperaktif, imunitas kurang, dll. Dalam kasusku, bayiku kolik, kembung perutnya karena tubuhnya tidak bisa mencerna sufor dengan baik. Silahkan googling tentang ini, banyak info tentang sufor dan efek buruknya.

Kadang menyusui memang tidak mudah.  Kutulis pengalamanku Disini. Saat aku gabung di facebook page Asosiasi ibu menyusui indonesia (AIMI), ternyata banyak ibu-ibu diluar sana yang mengalami perjuangan lebih berat agar bisa menyusui (By the way, silahkan gabung di fb page AIMI, banyak info bermanfaat tentang serba serbi menyusui disana). Aku sendiri bergantung pada sufor sampai 3 bulan sembari terus berjuang ngAsi, memerah tiap 2 jam, kesakitan akibat puting lecet, tangan yang serasa mau patah akibat menyusui terlalu lama, berjuang melawan stress agar produksi asi lancar, dan puji Tuhan sampai akhirnya sekarang sukses full asi. Tetap berusaha demi buah hati, memastikan yang terbaik untuk aguk tersayang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s