Rabu Abu yang Kelabu ; Pengakuan

Hari ini ash wednesday, awal masa pertobatan, masa pantang, puasa dan matiraga bagi kami gereja universal. Masa yang penting dalam mempersiapkan paskah, dimana umat beriman dipanggil kembali untuk kembali merenungi karya agung Allah. Karya penebusan.

Sejak kemarin hatikupun sudah tak tenang…rasa bersalah membuncah, aku rindu menyambut-Nya, rindu kekhusukan dan kesakralan misa yang banyak kali kulewatkan sejak sikecil lahir. Kadangkala, kulewatkan misa demi bisa nge-mall. Alasannya mungkin sepele, aku hanya merasa terlalu lelah untuk menggendongnya selama jam misa. Atau terlalu sungkan menyerahkan bayiku pada suamiku untuk digendong sepanjang misa. Mungkin jam misa hanya sejam, namun satu jam saja terasa berat sebab seharian aku harus melakukannya. Tidak hanya di gereja, tapi juga dirumah aku harus terus aktif mendorongnya di stroler dan menggendongnya terus menerus karena aguk tidak suka jika hanya diam dan main di ranjang.

Kadang kupikir, entah aku terlalu lebay, terlalu malas atau sikecil ini yang agak ‘sulit’ ditenangkan, aku iri juga melihat ibu-ibu rumah tangga bisa menjaga penampilan, punya waktu ke salon, shopping, dll. Darimana semua tenaga dan waktu mereka….???

Aku disini, mandi saja cuma sekali sehari saat malam hari setelah suamiku datang, itupun dengan durasi kilat karena bayiku tidak mau kutinggal barang sebentar.

Meski suami juga sering menawari kami untuk berlibur, aku sering menolaknya. Bukan apa-apa, jika kami keluar rumah, suamiku sudah cukup baik mempersiapkan stroller ataupun perlengkapan bayi. Tapi yang menggendongnya sepanjang kami duduk dimobil, menahan tubuh kecil tapi berat itu saat nyusui, sudah bikin aku tak ingin kemanapun.

Hal itu pula yang menyebabkan aguk belum juga dibaptis. Saat kutanyakan ke sekretariat gereja dimana untuk dibaptis kami harus aktif di lingkungan, oooh noo…aku sudah menyerah lagi. Sedih karena aku sebenarnya ingin yang terbaik untuknya, namun aku terlalu egois menjaga tubuhku dari lelah dan sakit pinggang. Perlu usaha lebih untuk bergerak melakukan ini itu, namun saat ini saja aku merasa cukuplah pinggang nyeri ditambah kaki dan tanganku yang kaku dan matirasa, aku tak ingin menambah deritanya.

Aku ibu rumah tangga, tidak memasak, tidak berdandan, tidak ngerumpi dengan tetangga, tidak aktif dalam kegiatan apapun. Mestinya aku punya banyak waktu…tapi mengapa justru sedikitpun tak tersisa untukku kecuali sedikit waktu larut malam saat suami dan anakku tertidur. Itupun harus beberapa menit sekali kutenangkan dengan menyusui, karena sikecilku seperti paranormal yang bisa mencium ketidakberadaanku disampingnya.

Baru 10 menit aku menulis curhatan ga jelas ini, sikecilku sudah menangis ribut. Jangan ditanya caranya menangis, karena 5 menit saja bisa bikin kepala yang mendengarnya pusing. (Lihat tangisannya disini ). Digendong saja tak akan cukup, harus dihibur. Menghibur bayi menangis bukan perkara mudah buatku apalagi suamiku, effortnya lebih besar daripada hanya menggendong. Wajah kita muram karena tangisan histerisnya, tapi harus tetap terlihat gembira. Kita meredakan emosi diri sendiri sebelum meredakan emosi si raja kecil.

 

Well, aku tak tahu sampai berapa lama drama ini berlangsung, kuharap segera berlalu. Aku juga tak tahu seberapa fatal dosa yang kulakukan saat lalai memberi jiwaku dan anakku makanan rohani. Yang kutau saat ini, aku kelelahan, merasa bersalah karena aku hampir tak peduli akan kehidupan rohaniku sekaligus merasa tidak mampu memberi yang terbaik untuk keluarga kecil kami padahal seharusnya bisa. Yang terutama diatas segala list to do ku, hanya berjuang melewati hari dengan tenang, tanpa tangisan berarti, prestasi lebih jika bisa bikin raja kecil kami tertawa.

Bagaimanapun, mungkin saat ini misa sudah dimulai, sore ini hujan juga turun deras, dan aku baru menidurkan bayiku; jadi kutemukan alasan untuk sekali lagi melewatkan misa.

Selamat menyambut masa pantang puasa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s