Usia Kehamilan 37 Minggu ; Pemeriksaan Penunjang

Sejak usia 36 minggu, kontrol ke dokter kandungan rutin dilakukan seminggu sekali untuk memeriksa kondisi janin dan ibu.

Minggu lalu, dokter sudah menyampaikan bahwa kontrol berikutnya ( minggu ini) akan dilakukan pemeriksaan EKG dan melihat posisi kepala janin apakah sudah turun ke panggul.

Yang tidak terpikirkan olehku,bahwa pemeriksaan untuk melihat posisi janin seperti yang sudah- sudah cukup dengan USG saja. Ketika perawat bilang untuk menurunkan celana dalam, aku masih belum ngeh mau diapakan. Kuturunkan celana sampai ke paha, namun perawatnya bilang agar celana dilepas semua supaya dokter bisa melakukan pemeriksaan. Heww, aku bengong. Ga nyangka kalau pemeriksaan dilakukan per vaginam. My God, malu sekali rasanya muka entah harus ditaruh dimana.

Berikut kuceritakan proses pemeriksaan yang dilakukan minggu ini :

Pemeriksaan untuk melihat posisi kepala janin

Jadi prosesnya setelah celana dalam dilepas, perawat menutup paha yang terbuka dan mengarahkan posisi ibu untuk tiduran dengan kedua  kaki ditekuk dan agak meregang.

Setelah itu dokter, menggunakan hand scoon dengan dilumuri gel akan memasukkan jari ( 2/3 jari aku lupa saking horrornya) ke dalam vagina dan ‘merogoh’ sesuatu didalam. Hanya sebentar saja, kurang dari semenit mungkin, tapi Rasanya,  err…campuran sakit, tidak nyaman, malu….pokoknya asli bikin trauma.  Aku sampai menjerit waktu dilakukan perogohan yang tidak menyenangkan itu.  Mana suamiku ada dibalik tirai, tidak ikutan melihat. Jadi, malunya sendirian didepan dokter dan perawat.

Bagaimanapun malunya, aku harus membiasakan diri karena nanti proses kelahiran juga akan ditangani dokter Eston ( ditambah 2 perawat, dimana untuk mengukur bukaan juga akan diberi perlakuan sejenis).

Tujuan pemeriksaan Dokter merogoh bagian dalam hanya untuk merasakan apakah kepala dedek sudah turun ke panggul. Dokter Eston bilang, posisi kepala dedek sudah mapan di bawah dan posisi siap untuk lahir.

Pemeriksaan EKG

Pemeriksaan selanjutnya, pemeriksaan EKG untuk mengevaluasi keadaan dedek dari detak jantungnya. Pemeriksaan dilakukan kurang lebih 20menit, dengan meletakkan alat pengukur detak jantung di perut dengan pengeras (kita bisa mendengar suara detak jantung dedek di perut dengan jelas).  Ibu akan diberikan tombol yang berbunyi dan harus ditekan setiap kali ada gerakan janin di perut. Suara detak jantung saat janin bergerak terdengar lebih cepat, dan saat diam terdengar seperti kita sedang berada diatas kereta. Detakan janin diperut iramanya kencang dengan frekuensi detak lebih rapat/cepat dibanding manusia dewasa.

Lepas pemeriksaan jantung, hasilnya dikembalikan ke dokter untuk dievaluasi, thank God hasilnya normal dan gerakan dedek cukup aktif.
Pemeriksaan EKG
Kondisi hamil 37 minggu :

Setelah cuti kerja, telapak kaki mengecil,bengkaknya sudah membaik. Hanya tinggal merah- merah dikaki dan paha yang tetap awet. Sebaliknya telapak tangan kanan rasanya makin tebal. Sejak cuti, aktivitas berkurang dan makan mulai tidak terkontrol lagi (makan nasi karena suami ga suka oat sedang nasi selalu lebih-lebih walau masak dengan takaran minimal) alhasil naik lagi 2 kilo hanya dalam waktu seminggu. Dengan berat 70 kilo, total kenaikanku genap mencapai 20 kilogram 😦

Dengan gerakannya yang mantap didalam, tidur dan bernapas saja sudah susah bagiku. Sering ada tonjolan kecil bulat keras di bagian sisi perut atau rusuk kiri yang ternyata hari ini kutahu dari posisi usg bahwa itu artinya tangan/ kakinya sedang menyodokku.

Tekanan darah 120/70, normal. dan berat dedek sudah hampir mencapai 2,9 kilogram. Lilitan masi ada, namun tidak perlu dicemaskan kata dokter. Ohya, aku sempat menanyakan mengapa aku tidak pernah mengalami kontraksi palsu. Dokter bilangnya pasti pernah hanya mungkin aku tidak merasakannya. Kemudian dia menunjuk perut bagian atasku, dan bilang jika perut mengeras artinya aku mengalami kontraksi.

Oalah, kupikir kontraksi palsu terbatas pada sakit perut bawah atau sakit seperti saat menstruasi seperti yang kubaca selama ini. Selama ini saat perutku mengeras ( sejak hamil 4/5bulanan) , kupikir dedek didalem sedang nungging atau meregangkan tubuh 😀

Resep dokter:

– Alinamin-F  15 biji 2 x 1  (suplemen vit B1 dan B2 untuk kebutuhan ibu hamil- menurut dokter, fungsinya untuk melunakkan jalan lahir)

Idr 17 ribuan saja.

One thought on “Usia Kehamilan 37 Minggu ; Pemeriksaan Penunjang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s