Usia Kehamilan 34 Minggu ; Sulitnya Bangun dari Tempat Tidur

Di usia kehamilan 34 minggu ini, rasanya beban semakin berat, gerakan melambat karena kaki nampaknya sudah keberatan menopang perut yang makin membuncit. Meski semangat jalan-jalan masih kuat, tapi jelas sekali kondisi fisik sudah tidak mampu mengakomodir banyaknya mauku. Dipakai berdiri sedikit, kaki akan membengkak. Dipakai duduk selonjor ditopang kursi lain, tulang ekorku yang tidak mau kompromi, rasanya nyeri sekali. Jadinya kalau pas dirumah, waktu lebih banyak digunakan selonjor di ranjang saja. Bukan itu saja, saat sudah leyehan di ranjang, mulai terasa susah kalo mau bangkit (padahal harus sering ke toilet untuk kuras kantung kemihku). Bukan karena malas bangun, tapi beban diperut membuatku susah berdiri sehabis tiduran.

Saat tidur juga susah menentukan posisi yang nyaman. Gerakan dede’ di perut yang udah makin mantap cukup bikin sesak napas kalo tidur, terutama kalo perut bagian atas sedang mengeras. Entah apa yang dilakukannya didalam, yang pasti sukses bikin maminya ga bisa tidur.

Mungkin karena bobotku yang bertambah banyak, ditambah dengan dede’ yang menekan pernafasan, suamiku bilang ngorokku pun jadi lebih bervariasi 😀 Lebih kenceng dan suaranya nggak cuma ‘ grook’, ada nada-nada lain yang menyertai.

Minggu ini juga udah mulai merasa lelah dengan kehamilan. Rasanya sudah terlalu panjang masa penantian munculnya dedek bayi ke dunia. Aku hanya khawatir jika lebih lama lagi, akumulasi derita selama hamil bisa memunculkan depresi pasca kelahiran. Apalagi aku sendirian tanpa pengetahuan apapun tentang merawat bayi, tidak ada keluarga yang cukup dekat yang bisa membantu. Terdengar seperti tidak bersyukur atas hadiah Tuhan, tapi yang kurasakan, ada saatnya meski berusaha menikmati kehamilan bermasalah, kemanusiawian juga menyertai dibelakang.  Tentu aku senang merasakan gerakannya didalam perutku, respon yang dia buat saat kuajak ngobrol, tapi aku juga tidak menampik bahwa sakit punggung, pinggang, kaki yang bengkak dan lelah kerap mengganggu aktivitas dan cukup menguji ketahananku untuk tidak mengeluh. 

Sampai detik ini, masih meraba-raba apa yang akan kuhadapi nanti saat menjadi ibu. Perubahan bentuk badan, sakitnya melahirkan, cucian popok yang menumpuk (dan harus dicuci sendiri, tak mungkin diserahkan ke londry seperti biasa kami lakukan),  begadang tengah malam, menyusui tiap 2/3 jam sekali, jika belum cukup, masih harus mengurus suami. Rasanya, seperti memasuki dunia asing tanpa ada peta petunjuk kemana harus pergi. 

Aku berdoa Semoga perjalanan ini akan baik-baik saja pada akhirnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s