Bicara Uang ; Berkenalan dengan Si Kuning Cantik

” Emas tidak akan membuat kita kaya, tapi membuat kita tetap kaya”

Sedari dulu, emas / logam mulia merupakan simbol kekayaan, kekuasaan dan kemenangan. Mulai dari filem anak-anak tentang perburuan harta karun, sampai sejarah beneran yang banyak mencatat pentingnya emas dalam peradaban. Kerajaan -kerajaan banyak menggunakan emas untuk melapisi patung/ simbol – simbol keagamaan lainnya sebagai simbol keagungan, juga prestise dan kebesaran lainnya. Hal itu menunjukkan emas telah melewati sejarah panjang dari dahulu namun tak lekang waktu, karena bahkan sampai masa kini, emas tetap diburu dan tak kehilangan daya tawarnya.

Tak salah rupanya kalau kita melirik emas sebagai salah satu simpanan hari tua kita. Sejarah membuktikan, emas tak pernah out of date, tak pernah ditinggalkan, dan nilainya mampu mengimbangi bahkan menandingi inflasi. Karena itulah Emas selalu menjadi pegangan aman yang bisa dipercaya, bahkan saat ekonomi carut marut tak menentu.

Fungsi emas sendiri dalam jangka panjang lebih kepada pelindung kekayaan agar nilai kekayaan tidak menyusut, cocok bagi para konservatif yang takut menanamkan uangnya ke instrumen investasi yang lebih agresif dan beresiko. Karena sifatnya likuid (mudah dicairkan), malahan kupikir lebih bagus menyimpan dana darurat dalam bentuk emas daripada uang.
Apa itu dana darurat, bisa diklik diposting sebelumnya Bicara Uang ; Menyiapkan Dana Darurat

Misalkan, jika 5 tahun lalu 20 gram emas bisa digunakan untuk membeli kambing(contoh aja; ga tau sebenarnya harga kambing berapa), saat ini dengan jumlah emas kurang lebih sama atau bahkan kurang dari 20 gram jika dikonversikan, kita tetap bisa membeli seekor kambing.

Coba kalau kita simpan uang di bank, katakanlah 5 tahun lalu harga kambingnya 7 juta, dan uang kita senilai 7 juta terendap di tabungan dengan bunga 2% setahun. Bisa dipastikan, saat ini, harga kambingnya sudah tidak terbeli lagi dengan uang tabungan kita yang nilai awalnya 7 juta itu. 7 juta 5 tahun lalu, dibandingkan dengan 7 juta saat ini tentu berbeda nilainya.

Hal ini terjadi karena inflasi yang menyebabkan nilai kambing (dan barang lainnya) naik terus sehingga meskipun uang kita katakanlah disimpan di celengan jumlahnya tetap 7 juta, tapi daya beli yang digunakan uang itu sudah tidak sebesar 5 tahun lalu. Pun di tabungan, imbal hasil tabungan kita tidak sejalan dengan kenaikan harga kambingnya yang bisa jadi sampai 10% kenaikannya dalam setahun.

Umpama kenaikan harga kambing mencapai 10% per tahunnya, maka dalam 5 tahun, harga kambing sudah mencapai Rp. 11.273.570 (perhitungannya lihat Time Value Of Money (Nilai Waktu Uang) ), sedang uang kita? jika disimpan di tabungan saja, tanpa memperhitungkan biaya-biaya admin dan pajak, dalam kurun 5 tahun, hanya akan menjadi sebesar Rp. 7.728.566,- Ga cukup kan buat beli kambing?

Untuk mengatasi hal itu, solusi paling wajar adalah menempatkan uang kita dalam instrumen investasi yang paling tidak bisa mengimbangi inflasi.

Berinvestasi emas tidak memerlukan keahlian khusus seperti investasi lain (saham, property dsb) karena sifatnya yang hanya merupakan pelindung nilai kekayaan (Ketika nulis ini, baru ngerti, kurasa ada korelasinya mengapa kami keturunan tionghoa memberikan emas sebagai sumbangan pernikahan – rupanya para tetua lebih melek investasi daripada para mudanya :D) .
Tidak perlu pusing memikirkan teknik investasi dan analisa yang rumit yang ujungnya malahan gak jadi dijalankan. Bagiku, investasi yang jelas menghasilkan itu, jika dilakukan action secepat mungkin dan ditahan selama mungkin.

Jadi jangan ragu mengganti tabungan dari uang menjadi uang emas. Gold is more powerful than money.
IMG_20150601_172720

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s