Bicara HUTANG; Step by Step Bebas dari Hutang Pribadi

Hutang, sesuatu yang jamak dilakukan masyarakat manapun dewasa ini. Sebenarnya berhutang tidak selamanya buruk, ada juga hutang baik yang bisa kita manfaatkan. Para pengusaha biasa memanfaatkan hutang untuk menjalankan roda usahanya, tentunya dengan perhitungan matang agar hutang bisa menghasilkan keuntungan, bukannya melilit dan menjerat debiturnya.

Sering juga terlihat, orang-orang yang hidup dari ‘Gali Lubang Tutup Lubang‘, hidup dari hutang ke hutang lainnya, yang ujungnya membuat hidupnya tambah menyedihkan karena dikejar-kejar hutang. Hutang bahkan bisa memutuskan tali silahturahmi, memperburuk hubungan suami – istri, membuat penghutang dijauhi di komunitas. Begitu besarnya efek hutang, yang sayangnya tidak pernah disadari penghutang sebelum benar-benar terperosok.

Ada beberapa sebab orang berhutang, yang mestinya bisa diantisipasi sebelum hutang benar-benar menjerat. Bisa dari kebutuhan mendadak yang urgent sifatnya, dari gaya hidup yang boros, gengsi tinggi saku tak sampai, namun akarnya jelas berasal dari money management yang buruk; tidak menabung/berinvestasi, malas menghitung hutang (surat tagihan tidak pernah dibaca) yang akhirnya tanpa disadari terus berbunga, rasa ingin menyenangkan diri berlebihan tanpa melihat kondisi, acuh tak acuh menganggap hutang akan menguap hilang sendiri. Tipikal seperti ini, umum ditemui pada karakter penghutang.

Perlu disadari bahwa berhutang sebenarnya merupakan penyakit mental; Mental Penghutang. Jadi cara pertama sukses lepas dari hutang adalah KEMAUAN penghutang untuk hidup lebih baik (lepas dari hutang). Jika tidak mampu, support dan pengawasan orang terdekat akan sangat membantu.

Setelah MAU BERKOMITMEN BEBAS HUTANG, semuanya akan menjadi sedikit lebih mudah. Berikut cara-cara yang direkomendasikan agar bebas dari hutang:
1. Hitung semua hutang yang ada; kartu kredit, hutang pada teman, tetangga, saudara, ipar dsb (pokoknya semua hutang harus dicatat)
2. Hitung semua pemasukan; gaji, pendapatan diluar gaji
3. Hitung semua pengeluaran rutin bulanan, pangkas mana yang tidak benar-benar dibutuhkan (uang jajan, rokok, bahkan jangan berpikir untuk membeli minuman ringan). Pos yang rutin biasanya Listrik, Air, Gas, Biaya makan.
4. Buat Anggaran (banyak aplikasi budgeting gratis yang bisa didownload di ponsel pintar) dan catat setiap pengeluaran TIAP HARI, cek di akhir hari berapa yang bisa di saving. INGAT, hindari memasukkan anggaran untuk kebutuhan kesenangan. Hiburlah diri sendiri bahwa kesulitan ini hanya sementara, sampai hutang bisa lunas. Jika tidak bersusah-susah saat ini, selamanya akan selalu hidup dalam hutang.
5. Bayar hutang dimulai dari yang bunganya paling tinggi, misal kartu kredit. Jika mungkin, alihkan semua hutang ke satu sumber dengan bunga wajar (misal; pinjaman koperasi perusahaan, saudara yang mampu). Alihkan pos-pos yang mestinya untuk kesenangan/keinginan untuk membayar hutang terlebih dahulu.
Bayarlah semampu mungkin & hindari membayar tagihan minimal. Makin lama hutang kartu kredit, makin besar bunga yang kita tanggung. Ingat, bunga Kartu kredit mencapai 36-42 % setahunnya! Berhentilah menambah hutang baru, gunting semua kartu kredit dan tutup rekeningnya, karena jika tidak ditutup, anda masih akan menanggung iuran tahunan, belum lagi godaan untuk memakainya lagi.
6. Dapat bonus tahunan/ THR?? lupakan untuk berfoya-foya. Lunasi dulu hutang agar makin cepat beban terlepas. Percayalah, setelah bebas dari hutang, anggaran bisa disusun ulang, dan tentu saja pos kesenangan bisa dimasukkan dalam anggaran baru.
7. Cari cara untuk menambah pendapatan, lagi-lagi prioritaskan hutang agar segera lunas.
8. Saat bebas hutang, buat anggaran baru, masukkan pos-pos yang lebih lengkap, jangan lupakan asuransi, tabungan untuk darurat dan investasi, karena tanpa Asuransi & Dana darurat akan banyak peluang untuk jatuh lagi ke pusaran hutang.

One thought on “Bicara HUTANG; Step by Step Bebas dari Hutang Pribadi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s