Proyek Berkebun. Trial Cabe rawit Merah.

Menyongsong masa cutiku yang makin dekat, ada perasaaan takut bosan jika harus seharian sendirian dirumah. Pertama-tama inginnya melanjutkan kebiasaan lama, masak dan bikin kue. Namun, sejak 5 tahun terakhir selain sudah jarang menyentuh dapur, akibat maraknya gas meleduk, aku jadi takut banget pegang kompor gas.

Dirumah pun, kami memakai kompor induksi yang wattnya nyampe 2000 watt. Jelas makan energi kalo untuk bikin kue yang lama, plus panasnya hanya berkumpul di kumparan kompor. wong kadang dibuat masak saja panasnya ga rata.

Ide lain, masih melanjutkan hobi pas SMA, berkebun. Pas SMA sempet suka nanam mawar (tapi mawar lokal) dan berkembang jadi banyak banget sampai kesel liatnya. Mawar lokal kan penampakannya kurang bagus, daun bunganya tipis pendek dan mekarnya ga secantik mawar holland.

Tapi mengingat anggrek dirumah yang udah sekarat (karena disiramnya udah seminggu sekali, airnya banyak pula), aku dah mulai kuatir kalo ga bakal mampu ngerawat kalo ga secara kontinyu ngopeni tanaman. Tanaman terlebih bunga kan harus selalu dipantau, disiram, dipupuki.

Jadilah sekarang mulai belajar ngopeni benih. Start awal, cobain cabe selain gampang, juga karena cabe dirumah selalu mubazir beli banyak untuk dibuang karena terpakainya sedikit.

3 hari disemai di tanah kompos, ditutup plastik hitam dan disiram pagi sore, biji cabe udah berkecambah/ sprout.
IMG_20150408_193310[1]

IMG_20150408_193403[1]

dan dalam waktu seminggu sudah tumbuh bakal tanamannya. Seneng ngeliat bayi-bayi tanaman muncul dengan hijaunya. Segerr.. Setelah sprout, bayi tanaman mulai dikenalkan cahaya matahari.

IMG_20150413_130947[1] IMG_20150415_081605[1]

IMG_20150416_154358[1]

Berikutnya, ditunggu sampai tingginya cukup dan daun sejatinya muncul 4 lembar (hasil baca-baca di web berkebun) sebelum dipindah ke media tanam yang lebih besar dan disiram cahaya matahari langsung.

Semoga hidupp dan berbuah subur… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s