TIPS Backpacking ; Do’s and Don’ts

Keliling dunia…siapa sih yang bakal menolak? Ini adalah salah satu impian masa kecil saya yang dulunya hobby sekali membaca buku cerita dan film anak-anak bertema petualangan.

Bukannya menjadi turis dengan koper ( yang biasanya banyak duit), menjadi backpacker jauh lebih menantang, dan lebih hidup! Dari petualangan-petualangan kecil inilah yang mengajarkan saya untuk lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan, budaya dan orang-orang baru, membuat kita lebih mandiri, dan mengasah kepekaan dalam berinteraksi dengan orang lain. Saya menjadi lebih percaya pada orang lain, sekaligus tahu kapan saatnya harus waspada.

Ada banyak kebaikan yang saya terima dari orang -orang asing yang saya temui di negeri lain. Adapula saat kita terjebak dalam sikap manipulatif penduduk lokal yang ingin memanfaatkan ketidaktahuan turis.

Sedikit berbagi, saya paparkan tips-tips untuk backpacking, terutama bagi kaum hawa yang ingin menjelajah dunia.

1. Pakaian
Ladies, kita sedang bertualang.. akan banyak berjalan dan menggunakan transportasi publik yang biasanya butuh banyak energi lebih. Tinggalkan pakaian mall, kotak make up kumplit dengan aksesoris yang hanya akan membebani ransel kita. dan terutama, High heels! Pakailah kaus yang simple yang tidak butuh waktu lama untuk dikeringkan saat dicuci, sepatu/sandal yang nyaman dipakai berjalan. Sesuaikan pakaian dengan budaya lokal dan dengan musim yang berlaku disana. Hindari memakai perhiasan mencolok dan berlebihan yang bakal memancing orang lain melakukan tindak kejahatan. Ohya, untuk meringankan bawaan, saya biasa mengganti bawaan handuk mandi yang berat itu dengan lap motor yang mengandung serat fiber (biasa dibeli di ACE hardware atau toko perlengkapan sejenis)

2. Berbaur
Cobalah berinteraksi dan berbaur dengan orang-orang sekitar. bertegur sapalah dengan sesama turis, lebih baik jika bisa menemukan teman untuk sharing perjalanan. Jangan memisahkan diri ke tempat sepi dan pasang tampang gelisah. Jika tersesat, cari petugas kepolisian atau minimal sesama perempuan atau ibu-ibu untuk bertanya. Perempuan biasanya lebih peduli dan biasanya lebih aman.

3. Penginapan
Pilihlah hostel yang menyediakan dormitory untuk perempuan. Disanalah biasanya sarana untuk berkenalan dan bersosialisasi dengan sesama traveller. Jika beruntung, kita bisa menemukan teman untuk travelling bareng. Beberapa hostel yang saya singgahi juga menyediakan city tour dengan harga murah. Jika lelah atau bosan jalan sendiri, ini adalah alternatif yang cukup baik. Jangan memilih hotel yang dekat dengan red district jika berpergian sendiri. Meski lebih murah, hindari tempat-tempat yang beresiko.

4. Naiklah Taxi Meter yang resmi.
Ini pernah terjadi, saat di Manila saya mendapat info dari orang lokal bahwa taxi meter di bandara mahal sekali. lebih baik gunakan taksi biasa di keberangkatan. Saya menuruti saran tersebut, dan sukseslah saya ditodong untuk membayar taksi yang mahalnya minta ampun per kilometernya. Untungnya tidak terjadi hal yang buruk mengingat saat itu pintu taksi di lock oleh sopir tsb karena saya tidak mau membayar. Jika pertama kali ke suatu tempat baru, perhatikan bahwa lebih baik membayar sedikit lebih mahal tetapi aman daripada terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan.

Semoga tips ini cukup membantu para traveller. Sejujurnya, meski beberapa kali sempat mengalami hal tak mengenakkan, petualangan melihat dunia tetap sepadan untuk dijalani. Alih-alih belanja ke mall yang kadar senangnya tak bertahan lama, moment yang kita dapat saat travelling mungkin masih akan kita ingat puluhan tahun dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s