Bangkok : Aneka kuliner yang memanjakan lidah

Bangkok, kota dengan segudang makanan. Mungkin kurang lebihnya seperti Jakarta yang komplit dengan Siomay, otak-otak, Gorengan, Asinan dan teman-temannya. Disana, saya hampir tak berenti mengunyah.

Dibandingkan dengan negara tetangga dekatnya, Pnompehn, saya lebih menyukai makanan di Bangkok. Dan kelaparan saya diakomodir oleh banyaknya penjaja makanan pinggiran disana dengan harga yang murah meriah. Mulai dari penjaja buah segar, Daging babi tipis yang enak sekali dicemil, sampai aneka kue basahan yang mengundang selera. Dibanding dengan Pnompehn dan Kuala lumpur, harga makanan di Bangkok juga sangat enteng dikantong.

Sayang sekali karena isu demonstrasi disana, jadwal 3 hari 2 malam saya percepat menjadi 1 hari 1 malam saja. Andai saja tidak kisruh mungkin saya akan menerima opsi Air Asia untuk tinggal 5 harian di Bangkok.

Dan terbukti kekhawatiran saya ada benarnya, karena tanggal 19 Januari saat itu, dikota saat saya ke Bangkok, sedang ada demo besar-besaran di depan Mall MBK tempat saya berkunjung. Tersebar di beberapa tempat terlihat dari BTS saat perjalanan menuju Bandara, para pendemo membuka tenda-tenda dan berdemo dijalanan. Semoga saja kisruh di Bangkok segera berakhir, dan predikat Bangkok sebagai ‘the sickman of Southeast Asia ‘ menggugah kesadaran para penguasa dan memunculkan semangat pemulihan disana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s