Mau Kaya? Jangan Menabung..!!

Sedari kecil di sekolah kita selalu diajarkan untuk menabung, inget kan bahkan disekolah waktu SD ada sumbangan wajib yang harus kita bayarkan sebagai tabungan siswa? Malahan ada lagu anak- anak yang dulu suka sekali saya dengarkan…’ bang bing bung yook…kita nabung….tahu-tahu kita nanti dapat untung‘. Anggapan umum berlaku bahwa menabung bikin kita untung dan akhirnya kaya. Betul nggak??

Jadi, apakah saya salah memberi judul artikel ini? Jawabnya tidak sodara-sodara (ayoo, tabuh genderangnyaa biar ramai). Biar saya jelaskan sedikiit saja alasan kenapa kalau kita mau kaya, justru kita dilarang menabung.

Tahu kan ungkapan peribahasa ‘ besar pasak daripada tiang’? Artinya besar pengeluaran daripada pendapatan? Nah hal itupun berlaku pada tabungan kita lho. Artinya apa? Pendapatan bunga yang kita terima lebih sedikit dari pada nilai penurunan nilai mata uang atau bahasa kerennya inflasi. Selain itu banyak pula biaya yang dibebankan kepada nasabah yang malahan jauh lebih besar daripada bunga yang diterima.

Ada biaya administrasi, biaya pindah buku/transfer antar bank, biaya m- banking dan kalau uang kita hanya jutaan saja, bunganya ga bakal mampu nutup beban biaya tersebut.  Cobalah kita hitung berapa sih rata2 bunga tabungan yang kita terima dari bank yang tercatat tiap bulan di buku tabungan kita? Katakanlah uang kita ada 10 juta, dengan bunga kira-kira 1.5% setahun saja dalam sebulan kita hanya mendapat bunga kira-kira 9.863 rupiah saja!! Apa?!! ( katakan dengan mata mendelik dan ekspresi lebay :D) masak bunga tabungan hanya 1.5% saja sebulan? No…no..no…yang benar adalah 1.5% setahun sodaara-sodarra..!! Silahkan cek google, baru saja saya cek situs bank BTN, rate bunga 1.25% untuk tabungan 2-50 juta! coba klik

Jadi dengan bunga 9.800 rupiah!!! jika dipotong biaya administrasi, katakanlah 12 ribu saja, tanpa biaya fasilitas lain, Uang kita bukannya nambah, malahan berkurang 2ribu sekian tiap bulannya. Jadi bagaimana kita bisa kaya jika uang cuma segitu kita taruh saja di tabungan saudaraa???

Kalau begitu, adakah cara lain beternak uang karena tabungan tidak bisa kita harapkan mampu mengembalikan modal yang kita tanam plus bunga dan buahnya?

Ada banyak pilihan investasi yang bisa kita manfaatkan, bahkan tanpa perlu modal besar. Nanti kita akan berkenalan dengan instrumen investasi lain yang lebih menarik hati daripada sekedar menabung..tapi karena kita berbicara soal tabungan, ternyata ada lho jenis tabungan yang berbunga lebih tinggi, dengan kondisi tertentu yaa**.

Yup…tabungan berjangka atau biasa disebut deposito, biasanya menawarkan bunga lebih tinggi daripada tabungan. Berjangka artinya, tabungan tidak dapat kita tarik (ada biaya pinalti untuk penarikannya) jika belum memenuhi jangka waktu yang ditentukan di awal.  Biasanya jangka waktu deposito 1,3,6,12 bulanan. Selain itu, ada nominal tertentu yang disyaratkan bank untuk dapat mendepositokan uang kita, biasanya berkisar 8-10 juta. Namun setelah saya survey ke beberapa bank, nampaknya suku bunga deposito juga tidak cukup menarik karena masih tidak mampu mengimbangi inflasi. Bunga yang menarik / special rate biasanya ditujukan untuk nasabah besar yang uangnya ratusan juta ( ini artinya yang kaya makin kaya, yang miskin harus lebih cerdas lagi menempatkan dana untuk mendapat imbal hasil yang memuaskan )

Beberapa koperasi atau BPR menawarkan bunga lebih kompetitif, bahkan menyaingi kinerja reksadana. Saya pernah menempatkan dana di koperasi dengan bunga mencapai 10% setahun. Itu hampir 2 kali lipat daripada bunga deposito yang saat ini berkisar 5.5% saja!! Tapi untuk menanamkan modal di koperasi biasanya butuh kedekatan dan kepercayaan dengan pihak koperasi. Tahulah, ada banyak sekali kasus koperasi yang bangkrut atau membawa lari uang nasabahnya di Indonesia ini, jadinya ada perasaan was-was untuk menanam modal disana.

Untunglah induk perusahaan saya  (Astra Group), mempunyai koperasi yang kredibilitasnya diakui bahkan di Indonesia dan masuk urutan ke-9 dari 100 koperasi besar di Indonesia pada thn 2012 lalu silahkan klik .Dengan bunga mencapai 9.5% saat ini, impian menjadi kaya tanpa resiko besar dan rasa was-was masih bisa diraih bagi orang kecil (dan pendek) seperti saya.

Ayo, kapan lagi kita merencanakan hari esok yang lebih mapan jika bukan hari ini? Pikirkanlah investasi, bukan tabungan konvensional itu sodarra. Jika harus memilih, pilihlah deposito (karena tabungan biasa bukan pilihan), namun tetap pertimbangkan faktor kredibilitas  perusahaan dan resiko yang mengikutinya.

image

2 tanggapan untuk “Mau Kaya? Jangan Menabung..!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s