Is talent all it takes??

” If you’ve got talent, you can just sit back and relax. Play video games all day. Take your sports car for a spin. Go shopping. Show off your designer bag. You dont have to sweat. Cause you have got talent, haven’t you?’
(Nike commercial)

Judul iklan komersial dari Nike ini cukup menggelitik saya untuk membahas sedikit tentang talenta dan aneka usaha yang diperlukan untuk mendukungnya.

Sebelum mengulas tentang talenta, baiknya kita samakan persepsi dengan apa yang dimaksud talenta dalam tulisan saya. Arti kata talenta menurut KBBI adalah suatu pembawaan seseorang sejak lahir; bakat.

Beberapa mengatakan, talenta atau bakat ini, begitu mudah ditemukan, namun mencarinya bagi sebagian yang lain kadangkala seperti melewati labirin-labirin yang mengantar kita pada arah yang belum tepat.

Banyak pula yang beranggapan talenta adalah sesuatu keahlian yang menonjol yang dimiliki seseorang misalnya saja keahlian bermain musik, suara yang indah tiada taranya atau tangan handal yang mampu menghasilkan lukisan yang memikat.

Sependapat dengan iklan Nike diatas, bagi saya pribadi, talenta bukan sesuatu yang secara ajaib menjadikan kita handal, tapi ada semangat, ketekunan dan tak jarang airmata untuk membesarkannya.

Sedikit bernostalgia, suatu ketika beberapa tahun lalu, sepupu saya pernah menyinggung nama miss jinjing, dan sayapun sukses mengerutkan dahi mencari-cari nama itu dalam kamus otak saya sejenak.
“Miss jinjing itu lhoo..wanita mandiri yang nulis buku Anti Mati Gaya,shopalholic sejati,dan bla..bla..blaa..” celoteh sepupu dengan sangat bergairah.
Sungguh saya lupa-lupa ingat apakah yang disebut sepupu saya itu pernah disebut juga oleh salah satu senior dikantor.
“Ah ya, mungkin saya hanya tahu namanya saja.” saya menjawab seraya mengangguk-angguk bego.

Malam itu juga, demi memenuhi rasa ingin tahu terutama tak ingin dibilang cupu,saya mencari kata ‘miss jinjing’ di google.
‘ooo…ini toh orangnya’ saya membatin seraya membaca sebagian profil di blog tersebut.dan sekali lagi kepala saya mengangguk-angguk. Kali ini anggukan tanda paham lho.

Ya, otomatis tanpa dikomando lagi, miss jinjing yang glamour mengingatkan saya pada beberapa teman saya yang sukses meski awalnya hanyalah orang biasa. Tentu hidup mereka berbeda dengan hidup miss jinjing, yang kayaknya tidak pernah susah itu (mungkin susah, tapi saya tidak bisa membayangkannya), namun satu hal yang tercatat dalam benak saya adalah bahwa mereka orang-orang yang tahu memanfaatkan apa yang mereka sukai dan apa yang mereka miliki.

Mereka telah menemukan talenta mereka, dan menjadi hidup karena hal tersebut. Menjadi hidup yang saya maksud, bukan sebatas kecukupan materi, namun juga secara emosi karena mereka menemukan sesuatu kepuasan dengan apa yang mereka lakukan.

Miss jinjing dengan slogannya ‘Anti mati gaya’ atau ‘belanja sampai mati?'(maaf,yang ini saya lupa,apa sampai mati,atau cuma setengah mati -semoga tak ada yang tersinggung-) menemukan bahwa kesukaannya pada sesuatu(dalam hal ini belanja barang bermerek), dan pembawaannya yang juga suka segala bentuk kemewahan, mampu membuatnya menjadi ‘hidup’ dan ia benar-benar mendedikasikan dirinya untuk membantu orang lain yang mempunyai pandangan hidup ataupun hobi yang sama dengannya.

Miss Jinjing yang hobby belanja, hanyalah salah satu contoh. Ada banyak tokoh dalam bidangnya masing-masing yang mendayagunakan telentanya dan menjadi sukses. Sebutlah, J.K Rowling, Hendry Ford, Mark Zuckerberg,Walt Disney, sampai Anggun Cipta Sasmi, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya.

Satu hal yang pasti dari mereka adalah bahwa mereka konsisten dengan pilihan mereka meski banyak kesulitan pada awalnya. Jatuh bangun, dihina, diremehkan adalah makanan wajib orang – orang yang yakin akan kemampuan mereka namun masih tak terlihat oleh dunia. Itulah titik dimana Talenta bersinergi dengan Usaha.

Talenta itu…. Masih versi saya,

Bukan cuma masalah BAKAT, tapi PANGGILAN.
Bukan sebatas KEMAMPUAN, tapi juga sesuatu yang membuat kita merasa BERSEMANGAT untuk terus mengasahnya.
Bukan hanya sesuatu yang kita NIKMATI, namun juga menjadi IDENTITAS diri.
Bukan semata PROFESI/PEKERJAAN, melainkan yang membuat hidup kita menjadi lebih BERMAKNA.
Talenta adalah STEMPEL dari Tuhan untuk menandai kita masing-masing diciptakan khusus dan istimewa.

Seorang pemikat bisa menjadi marketing yang handal.
Seorang yang suka menolong orang lain bisa menjadi broker sejati.
Seorang yang suka mengamati bisa menjadi pengamat atau analis hebat.
Seorang pendengar yang baik bukan tak mungkin dipercaya sebagai konsultan.
Seorang yang perfeksionis bisa menjadi kritikus.
Demikian seterusnya….
dan banyak kemampuan menonjol lain yang kadangkala tak kita sadari ada dalam diri kita.

Talenta adalah modal untuk aktualisasi diri yang hasilnya sungguh mengagumkan jika dikelola dengan baik.  
Dia mampu untuk menjadikan kita manusia yang lebih berguna dan berkontribusi untuk orang lain. Bukankah sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya? 😀

Menggali apa yang benar-benar membuat kita lebih ‘hidup’. Mencari apa yang kita sukai, bukan hanya apa yang kita inginkan dan hiduplah untuk itu.

TALENTA, DEDIKASI & MIMPI=>SUKSES.

Apa saja yang membuat anda bergairah, rela menghabiskan waktu berharga demi mengerjakan sesuatu meski tak dibayar, atau sesuatu hal yang menjadi keahlian anda, sesuatu yang membuat anda merasa punya arti dengan melakukannya, genggam dan jangan lepaskan itu. Suatu ketika nanti anda tak akan pernah menyesalinya.

dan katakanlah,
“Sukses, i’m coming…”

Dari saya yang yakin bakal sukses karena saya suka menolong orang lain untuk maju :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s