Dare to Dream BIG!

If  you can imagine it, you can achieve it; if you can dream it, you can become it (William Arthur Ward)

Tahukah anda? Kutu loncat adalah binatang yang mampu meloncat 300 kali tinggi tubuhnya. Tapi jika kita uji sesaat, kita masukkan si kutu dalam kotak korek api kosong dan dibiarkan 1-2 minggu, maka begitu kita buka kotak korek api, si kutu loncat hanya mampu melompat setinggi korek api itu saja. Ia telah kehilangan kemampuan meloncatnya, dan akan tetap seperti itu sampai matinya.

Apa yang terjadi adalah ketika si Kutu berada dalam kotak korek api, ia melompat namun selalu terbentur. Mencoba lagi, dan terbentur lagi, begitu terus hingga ia mulai menyesuaikan lompatannya setinggi batas korek api. Aman, si kutu pun tak terbentur lagi.

Seringkali dalam hidup, kita juga dikungkung dan dihalangi oleh kotak korek kehidupan. Manakala kita ingin meraih mimpi yang mungkin dianggap terlalu tinggi oleh orang lain, selalu ada atap rendah yang menghalangi kita mencapai tujuan. Entah itu ucapan kawan yang mengendurkan semangat, pendapatan yang tak kunjung meningkat, atasan yang tidak supportif,  atau usaha yang stuck hingga membuat kita patah arang. Akhirnya banyak cara mudah yang kita ambil untuk meng-anulir keputusan yang kita ambil sebelumnya. ialah MENYERAH.

‘ Ah benar kata orang, usaha ini susah untuk dijalankan.” ,

” Semua terlalu berat untuk dijalankan manusia normal, lebih baik mundur.”

‘ Bosku terlalu pelit dan tidak pernah mendukungku untuk maju.”

‘Jadilah realistis, itu sesuatu yang mustahil dicapai.”

atau yang lebih parah manakala seorang sudah putus asa berkata ” Aku memang ditakdirkan untuk menjadi orang gagal.”

Ya, banyak sekali kata-kata sejenis yang kita gunakan sebagai dalih untuk membenarkan KETIDAKMAMPUAN kita yang sebenarnya merupakan KETIDAKMAUAN untuk tetap memegang mimpi. Alih-alih berjuang lebih keras, kita justru menurunkan standar kita dalam mencapai apa yang kita mau. Tentu cara ini lebih mudah, dan sebagian besar orang di dunia akan memaklumi tindakan kita (hal itu mereka lakukan untuk menghibur diri mereka juga atas impian-impian mereka yang tidak mereka wujudkan). Namun yang patut kita catat, orang sukses di dunia ini memanglah minoritas.

Tanpa impian, Wright bersaudara tidak akan mampu membuat pesawat. Tanpa ratusan kali percobaan Thomas A Edison, kita mungkin masih tidur dengan damar. Atau tak pernah ada telepon tanpa cita-cita Alexander G Bell.

Mereka bukannya tidak mendapat cemoohan dalam melakukan impian mereka, tapi setidaknya mereka tidak mengijinkan diri mereka untuk mempercayai apa yang orang katakan tentang usaha mereka. Boleh jadi orang lain menghina apa yang berusaha kita wujudkan, tapi jangan biarkan anda menghina diri anda sendiri dengan meng-amini saran-saran negatif dari orang disekeliling anda. Sepanjang anda melakukan apa yang benar, jangan dengarkan apa kata orang, kejarlah mimpi dengan seluruh daya upaya.

Ingatlah, kita manusia dikaruniai potensi tak terhingga oleh-Nya. Jadi kawan, jika saat ini permasalahan sedang melingkupi kita, memporak porandakan impian-impian manis kita, jangan pernah menyerah. Tetaplah meloncat walau terbentur, dan akhirnya kita akan bersyukur karena terus meloncat tinggi ketika suatu saat kotak korek dilepaskan dari hidup kita.

Atap yang rendah hanyalah cara Hidup menguji kesungguhan kita.

So, know your potentials and break your border that make you weak. Keep on Spirit!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s