Sekilas tentang Singapura

???????????????????????????????

??????????????????????????????????????????????????????????????

??????????????????????????????????????????????????????????????

Trip ke Singapura kali ini merupakan salah satu destinasi dari serangkaian perjalanan 7 hari kami dari Surabaya. Mengejar tiket promo Air asia, kami mengawali perjalanan dari Surabaya menuju kuala lumpur dilanjutkan Singapura untuk kemudian ke Bali dan terakhir pulang ke Surabaya.

Waktu tempuh dari Kuala Lumpur ke Singapura hanya berkisar 1 jam perjalanan saja dengan harga tiket 180 MYR untuk 3 orang atau sekitar Rp. 192 rb per orang (dengan kurs rata-rata Rp. 3.200,-). Harga yang sangat murah untuk perjalanan lintas negara, sedang perjalanan domestik di Indonesia dengan waktu tempuh sama bisa mendapat harga 2 kali lipat. memang sih, ada tiket promo dari maskapai, tapi tetap tidak semurah Air asia.

Sesampai di Changi airport, melewati imigrasi, kami naik aerotrain/skyline untuk dilanjutkan MRT ke kota. Aerotrain adalah semacam komuter yang menghubungkan Terminal 1, 2 dan 3 ke MRT Stasiun Changi. Fasilitas ini Gratis, ga pake bayar. setiba di stasiun MRT, barulah kita membeli kartu MRT yang tersedia di mesin-mesin pembelian. Jangan kuatir untuk bertanya kepada petugas, disana banyak touris yang tidak mengerti juga kok 🙂

Karena hanya 2 hari di Singapura, maka kami membeli kartu standar yang hanya bisa digunakan 6 kali perjalanan. Ketika sudah lewat 6 kali, kartu tersebut sudah tidak bisa digunakan, dan kita harus membeli kartu yang lain.

Singapura dikenal sebagai negara yang mahal.Setelah browsing internet, kami memutuskan untuk menginap di hostel. Menggunakan jasa Agoda, kami memesan tempat tidur di A Beary Good Hostel. Mengapa saya bilang memesan tempat tidur, tak lain karena memang disana kami bukan tidur di private room layaknya hotel, tapi lebih seperti memesan ranjang untuk murid di asrama. untuk review mengenai hostel ini bisa dilihat di link saya yang lain, please click

Kami tidak terburu-buru, jadi meski dua hari disana kami hanya mengunjungi kota, pasar oleh-oleh dan mall saja (point plus jika kita travelling sendiri tanpa ikut tour, jalannya suka-suka saja tanpa diburu-buru). Cukup waktu tidur dan istirahat di hostel, jadi badan selalu segar. Kami belum menyempatkan diri menengok Universal Studio, mungkin jika ada waktu lain kami akan melakukan kunjungan kesana.

Sejujurnya, tidak ada yang terlalu menarik untuk dilihat di singapura saat siang hari. Tak ada hamparan sawah, pohon-pohon rindang atau gedung-gedung tua yang cantik yang memanjakan mata. Yang terlihat hanya gedung-gedung pencakar langit, orang dengan wajah datar di subway, dan semua orang berjalan terburu-buru walaupun sedang di mall (pastikan untuk tidak bediri berdampingan saat menaiki eskalator, karena bisa mengganggu mereka yang akan lewat). Jarang sekali saya melihat bayi dan anak-anak, mungkin itu sebabnya warga singapura dibilang warga yang paling tidak bahagia (untuk berita yang berkaitan dengan hasil survey silahkan klik).

Pemandangan malam hari bisa sangat berkebalikan, banyaknya pendar lampu di gedung-gedung pencakar langit, lampu jalanan yang menerangi malam di singapura sungguh sangat spektakuler. Kami menyempatkan diri mengunjungi Clark Quay dimalam hari, dan mendapati banyak sekali muda-mudi yang duduk bersebelahan menghabiskan malam dibawah pendar lampu kafe-kafe dipinggir sungai. Suasana malam terasa begitu hidup disana dengan kafe-kafe cantik yang berjajar sepanjang jalur sungai (jangan disamakan dengan warung remang-remang dipinggiran kali yang biasa ada di Indonesia yaa :p)

Singapura adalah negeri mungil yang sangat teratur, modern, rapi dan sangat bersih. Sebuah negara transit yang sadar bahwa tak ada potensi alam yang bisa dinikmati karena itu mereka berupaya menarik wisatawan dengan hiburan-hiburan spektakuler, pulau buatan dan tentu saja mall-mall besar. Bahkan Bandara Changi dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia tahun ini. Untuk hal ini, kita perlu belajar banyaaak tentang etos kerja, pelayanan publik dan kebersihan singapura. Namun untuk level kebahagiaan, nampaknya singapura perlu belajar dari tetangganya, orang-orang di Indonesia 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s