Summer in Beijing, 2013

Beijing again!

Untuk kedua kalinya menginjakkan kaki ke Beijing, dan pertama kalinya menjadi single traveler.

Beijing di bulan Agustus merupakan musim panas, dimana siangnya terasa lebih lama. Jam 6 sore di Beijing masih terang dan panass…tapi selama saya disana keluyuran siang bolong masih berasa lebih terik di Indonesia.

Beruntung karena kunjungan ini bukan kunjungan pertama, jadi saya sudah mengetahui dan terbiasa dengan rute-rute subway dan cara membeli makanan disana. Mau beli makanan, tinggal tunjuk gambarnya, dan jika perlu bertanya arah, carilah anak2 yang masih belia karena mereka berbicara bahasa Inggris juga.

Kunjungan kali ini, saya juga mencoba memberanikan diri menginap di Hostel di Hotel yang saya tinggali dulu. Hotel ini (Beijing City Central Youth Hostel) menyediakan baik Private room maupun Dormitory room. awalnya saya menginap semalam di Private room dengan rate harga hotel (388 yuan), namun ternyata tidak enak menginap sendirian, dan kemana-mana sendirian. Sepi sekali tak ada teman ngobrol, besoknya saya memutuskan pindah ke Dorm dan tidur sekamar dengan single traveler dari Inggris yang sebenarnya cukup lama tinggal di shezuan sebagai guru bahasa. Mary cukup supel, dan kami sharing cerita semalaman, namun sayang tidak bisa berpergian bareng karena dia harus mengurus perpanjangan visa nya dan berencana ke mongol menemui pacarnya.

Satu-satunya keraguan adalah tentang toilet. Toilet di China terkenal karena kejorokannya, namun daripada kesepian, saya putuskan mencoba saja.  Untuk toilet, ternyata ada toilet jongkok dan duduk, tidak jorok sekali sih, namun ya tetap saja karena saya rewel urusan toilet, saya hanya menggunakan toilet untuk BAK saja.

Karena sakit dan seringnya hujan di Beijing, hanya sedikit tempat yang saya kunjungi. Saya sempatkan mengunjungi wangfujing street yang terkenal karena ekstrim kulinernya. Disana kita akan menemukan binatang-binatang yang tak lazim dimakan seperti lipan, kalajengking, tokek, bintang laut dan mungkin kepompong ulat (jika tidak salah kira). Karena keunikannya, Wangfujing street wajib untuk dikunjungi wisatawan. 

Selain Wangfujing, saya juga melewatkan malam di Night market, tempat yang sebenarnya biasa saja, hanya sebuah jalan dengan banyak pedagang makanan, minuman. Agak bingung juga, apa daya tarik tempat ini sehingga ramai sekali.  Jika Berkunjung ke Beijing, saya sarankan Skip ke tempat lainnya.

Singkat kata, tak banyak yang bisa diceritakan pada kunjungan ke Beijing kali ini, yang mungkin juga menjadi kunjungan terakhir saya di China. Harapan berikutnya adalah bisa berwisata ke Eropa dan merasakan white christmas disana

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s