Everything is so huge in china

Ada yang bilang, backpacking adalah tentang membeli pengalaman. Nampaknya, hal itu pulalah yang kami alami selama berwisata ke China. Selama 5 hari kami menjelajahi Beijing dan Chengde, merasakan ritme kehidupan penduduknya, menjajal aneka masakan lokal, bukan hal yang mudah namun yang bisa saya sampaikan adalah bahwa saya merasakan pengalaman baru yang mungkin tidak sepenuhnya menyenangkan, namun tak dipungkiri membuat saya belajar banyak tentang bagaimana beradaptasi dengan berbagai situasi yang kadangkala tak sesuai harapan kita. Travelling ala backpacker sejatinya adalah belajar tentang hidup itu sendiri. Kita keluar dari zona nyaman dan merasakan hidup yang begitu beraneka ragam, kadang pahit, seringpula manisnya. Kita hanya harus membiasakan diri suka atau tidak suka karenakadangkala kita juga tak selalu mendapat yang terbaik.

Beijing merupakan kota yang sangat padat, dengan gedung-gedung pencakar langit. Jika mau dibandingkan, kemacetan di Beijing tidak separah Jakarta yang carut marut. Dan tidak ditemui adanya lapak-lapak pinggir jalan seperti halnya di Indonesia.Dimana-mana, banyak ditemui persewaan sepeda angin, tempat untuk pejalan kaki juga lebar, dan tidak perlu khawatir dengan transportasi umum. Saya berpergian menggunakan subway utuk menjelajah Beijing, selalu penuh, namun tidak sampai tergencet-gecet seperti pengalaman naik TransJakarta dan Bis Lokal di Indonesia yang sempat meresahkan para wanita itu. Subway selalu tiba dengan frekuensi hanya sekitar 2 menitan saja.
Beijing railway station
Hari pertama tiba, kami mengunjungi Beijing Zoo, yang menurut pengamatan saya sebenarnya jauh lebih cantik Batu Secret Zoo untuk ragam binatang dan keadaan kandangnya. Namun, point plus dari tempat wisata di China adalah tempatnya yang sangat luas dengan  banyak pohon yang tertata  rapi dan bersih, ditambah banyaknya tempat untuk sekedar duduk dan melepas penat. Begitu pula dengan Tiananmen Square yang luasnya bisa menyiksa turis yang tidak suka berjalan. Segalanya begitu luas dan lapang di China
DSCF2885

Karena jauhnya jarak dan alasan kepraktisan, esoknya kami memutuskan untuk mengikuti City Tour menuju ke Ming Thombs dan Great Wall. Setiap wisatawan mungkin mengerti apa itu Great Wall dan Ming thomb, dan penjelasan panjang dan lebarnya tentang Great Wall akan dilanjut di episode nanti yaa. Point yang perlu dicatat adalah bahwa pemerintah China sana betul-betul menjaga nilai-nilai sejarah dan sekaligus menjadikannya sebagai ikon wisata (hem, jadi terasa seperti di Bali). Menaiki Great wall, kami menggunakan Cable Car dan turun menggunakan Toboggan dengan biaya 80 RMB (sekitar Rp. 120 ribu), lumayan mahal tapi sepadan. Satu hal yang mengecewakan, hindari sebisa mungkin menggunakan Tour Service, karena anda hanya akan menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat komersial. Dari tour sehari tersebut, kami hanya mengunjungi 2 tempat (Ming Thomb dan Great Wall) sisanya 2 tempat lainnya kami ‘dipaksa’ untuk mengunjugi Pabrik Jade dan Tempat pejualan Teh.
great wall

Makanan di Beijing
Selain porsinya yang besaaar, makanan disana bagi lidah Indonesia seperti saya terasa terlalu asin dan tidak berempah dan berasa khas, mungkin ada tambahan bumbu minyak wijen terlalu banyak. Saya tetap cinta chinese food a la Indonesia.
makanan di Beijing

Orang-orang di Beijing
Rata-rata berbicara keras. Bagi yang pernah mengalami pengalaman dijudesin pegawai tiketing kereta atau reseptionis hotel dan pelayanan publik lainnya (pengalaman pribadi), tentu hal itu tidak bisa digeneralisasi. Kami sendiri telah banyak ditolong saat menanyakan jalan baik pada para polisi(yang tidak bisa berbahasa Inggris), pada ibu-ibu keren di subway, maupun Nona cantik pegawai kereta. Yah, orang-orangnya sama saja kok dengan di Indonesia, tergantung karakter per person.

Diantara beberapa negara yang saya kunjungi, China adalah yang paling spektakuler untuk ukuran luasnya dan keindahan alam dan bangunan-bangunannya. Definitely, i’ll be back there, soon…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s