Daffam Hotel Jember

Aslii, krn kesibukan dan kemalasan jadi jarang update blog. Padahal kami udah travelling dan cobain nginap di beberapa tempat. Akhirnyaa mumpung pagi2 kebangun dan bengong, dan kok pas liat memori hp udah penuh,Β  marilah kita kupas pengalamanku menginap di salah satu hotel baru di jember.

Bulan lalu, demi menghadiri pernikahan temen SMA, akhirnya kami menepis rasa malas berkendara dari sidoarjo-jember. Selain jauh, paling malesi kalo ke arah jemberan itu adalah jalannya yg sempit gak selebar ke arah solo, terutama selepas probolinggo. Udah sempit, banyak truk pasir yg jalannya kyk bekicot. Sekalinya mogok, alamat bisa semalaman parkirπŸ˜†. Semoga nanti ada jalan tol langsung sidoarjo ke daerah jember dan sekitarnya yaa. Kemarin sih kami baru lewat tol baru yg keluar grati, dan bulan ini ternyata udah dibuka tol yg ke arah leces. Jadi yg pengen ke arah sana, tol ini lumayaan banget bisa mangkas waktu perjalanan yah.

Nah balik ke cerita jember. Sekian tahun ga sambang, kayaknya jember udah mulai maju. Udah banyak outlet fastfood macam Mcd, PHd dan outlet waralaba lokal macam spesial belut surabaya dll. Hotelpun juga udah lumayan ada pilihan. Kali ini kami coba nginep di Daffam atas rekomendasi temen di WAG

Daffam terletak di jalan Gatot Subroto, daerah yg cukup rame dan nggak susah kalo mau nyari makan karena deket dengan beberapa tempat makan legendaris macam mirama, depot Anda, wina bakery dan matahari johar plaza (apa masih populer ini plaza..?)

Dibanding Aston, untuk tempat aku pilih Daffam deh. Hanya saja kapasitas parkirnya sempit. Sekalinya dapat parkir, kami nggak pindah2 lagi daripada nantinya ga kebagian parkiran. Jadi mau kemana mana naiknya gocar, jalan kaki atau pesan go food pas butuh makan.

Diluar masalah parkir, hotel ini cukup layak ditinggali. Kamarnya cukup luas, dan paling lega adalah bednya besar. Muat untuk kami berempat tanpa kuatir jatuh πŸ˜†Β Selain itu hotelnya juga cukup bersih. Ada kolam renang di lantai 7 (kalo nggak salah). Wifi lancar jaya, tapi nggak ada kulkas dikamar.

Aku cuma ngambil foto2 beberapa aja, nggak termasuk fotoin kolam renang krn banyakan rempongnya sama bayi-bayi.

Daffam Hotel Jember

Jl. Gatot Subroto Jember

 

Kondom menyelamatkan..!

Foto ini kudapatkan dari facebook, sengaja kusimpan dan kushare di blog ini untuk berbagi kesadaran bagi para penikmat seks yang hobinya tebar benih tapi gak mau panen (u know what i mean la yaa.. )

Satu kali pernah temen dekatku (yg adalah asisten RT), nunjukin hasil test lab, dan sampai saat ini udah 20 tahun lewat aku masih mengingat saat aku duduk di ranjang susun bersama dia, mendengarkannya curhat sembari nangis. Dia masih remaja belasan tahun, dipaksa melakukan seks, dan saat hamil disuruh menggugurkan karena yg punya benih nggak mau tanggung jawab. Beberapa minggu kemudian waktu pulang rumah, aku bertemu dia dalam keadaan amburadul dan mata bengkak akibat nangis banyak-banyak. Kami nggak sempat ngobrol krn dia harus pergi kesuatu tempat, kurasa tempat aborsi. Itu pertemuan terakhir kami, dan aku terus bertanya-tanya bagaimana nasibnya sekarang. Sudah cukup jelas bagiku bahwa dia melakukan aborsi karena tekanan, karena papa sempat cerita bahwa beliau menolak saat diminta menunjukkan tempat untuk menggugurkan kandungan oleh pihak lelakinya.

Dan ini kejadian ga cuma sekali, beberapa kali setelahnya aku masih menerima curhatan yg sama walau dari wanita yg berbeda.

Aku heran, malahan ada wanita yg berkali- kali aborsi dengan lelaki yang sama padahal sejak pertama hamil itu cowok ga mau tanggung jawab. Kok mau-maunya mengulang kisah yang sama, hamil, si cowok kabur, datang lagi saat si cewek perutnya dah kosong, hamil lagi, terus aborsi lagi 😩

Mas mbak, aborsi itu kata lain dari pembunuhan. Kalau kalian keukeh bicara dan mempraktikkan agama, coba kalian pikir lagi ya kata-kataku:

Nggak beribadah aja bisa masuk neraka. Makan haram aja bisa masuk neraka, sulitkah mengerti bahwa kalo TIDAK MELAKUKAN ajaran agama saja bisa buka pintu neraka, atau hanya SEKEDAR MAKANan aja bisa ngantar kelian ke neraka, apalagi tangan yg membunuh/ berlumuran darah janin…??? Pasti autoneraka kalian. Masak lebih berat dosa absen ibadah, atau dosa akibat makan daripada dosa mbunuh, tak iye? Itu logikaku sih, menyesuaikan dgn perspektif yg kemarin curhat.

Aku sendiri nulis begini karena kesel. Ada janin mati sia-sia dan aku ga bisa apa-apa. Aku ga ngomong dosa, surga, atau neraka, sudah bukan hobiku karena aku juga ga tau mampir kesana, jd aku ga akan sok bergaya punya kapling dikedua tempat itu. Aku bicara bakal manusia yang mestinya punya hak hidup, tapi dimusnahkan tanpa ada rasa sesal.

Mbok yao, kalo demen kelon, demen tabur benih dimana aja, tapi ga mau kena imbasnya (punya anak) ya pake pengaman. Selain meminimalkan resiko penyakit menular seksual (ingat ya, asal celup itu resikonya gede mulai sakit ringan2 macam kutuan sampe HIV-AIDS), pake kondom juga mencegah kehamilan (kecuali kondomnya lu bocorin). You happy, pasanganmu happy, pabrik kondom juga happy. Ga pake stress mikir hamil nggaknya, bakal dinikah apa nggak, atau mau diapain calon bayi diperut. Kalo moral susah dirubah, setidaknya belajar sedikit tanggung jawab sama diri sendiri. Kondom bisa jadi penyelamat dari resiko akibat gaya hidup bebas, TERUTAMA penyelamat dari matinya janin-janin yang nggak kamu inginkan dan mencegahmu menjadi pembunuh. Tanggung jawab paling simple dan murah kan…?

Gitu ya, maap banget bahasaku asal njeplak. Terang benderang biar yang bolotpuun bisa nelen tanpa susah mencernanya. Jangan lagi ada curhatan model begini, krn sikapku udah jelas yaa… Kalo you sampe hamil jangan galau atau kaget selama sadar udah melakukannya tanpa pengaman.. Kecuali makmedungdung tapi ga merasa pernah melakukan, boleh deh galau dan bingung.

 

 

* curhat dan saran perkondoman ini ga ada kaitannya dgn ajaran katolikku. As catholic, aku percaya koneksi seksual benar dan suci jika dilakukan setelah pernikahan dan kehidupan baru tidak seharusnya dihalangi walau dengan kondom sekalipun.

FB_IMG_1545670606733

Review Kampung Lumbung Boutique Hotel-Batu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pertama kali masuk area hotelnya, yang kupikir saat ituΒ  duh, kok jalannya curam dan sempit bangett cukup semobil doang.

Tapi ternyata mobil2 yang naik atau turun dipantau oleh petugas antara resepsionis dan petugas dibawah yang saling info jika ada mobil mau keluar atau mau masuk.Β  Ini untuk memastikan nantinya ga ada mobil tumbukan antara yg mau masuk sama yang mau keluar.

Kesan serem pas turunan curam itu langsung nguap gitu aja pas liat landscape cantik kumplit dengan gemericik pancuran, sungai kecil, kolam renang, kolam dgn ikan2 yang banyaaak serta rumah-rumah kayu a la jawa πŸ’™

Eh, bahkan pintunyapun kuncinya pake palang pintu lho. Kami serasa hidup di zaman old banget… Si koko sempet mainin palangnya, sampe keantuk persis dibawah matanya. Jd kalo mau wisata kesini, anak-anak harus diawasi baik2 ya…

Penginapan ini terdiri dari kamar hotel dan cottage. Sebenernya kami memesan kamar hotel di agoda, namun ternyata malah dikasihnya cottage (foto kamarnya beda dengan yang kami dapat), tapi tak apalah karena kami menyukainya πŸ˜†

Kamar kami cukup luas, ada 1 double bed dan 1 amben (dipan kayu), kamar mandi, ruang duduk didepan kamar, selain itu ada balkon kecil dengan pemandangan sungai kecil/ kolam yang ikannya besar-besar. Dan ga cuma ikan aja yang ada disitu, aku sempet ngajari si koko binatang2 baru yang dia baru lihat seperti belut, kodok, dan kepiting kali. Juga suara jangkrik πŸ˜„

Makanannya juga enak. Kami nyobain pisang goreng, mie kuah, dan nasi gorengnya. Aku pesan mie kuah karena katanya mereka produksi sendiri mienya dan ini yg mereka rekomendasikan. Rasa kuahnya ada asem-asemnya gitu mirip kuahnya tom yum. Enak, dan ga butuh waktu lama mi nya berpindah ke perut πŸ˜…

Tempat ini rekomended banget kalo kalian ingin menikmati suasana yang beda kayak hotel-hotel pada umumnya. Beberapa poin plus minusnya kusertakan disini ya:

Poin plus:

1. Landscape cantik, instagramable.

2. Makanan enak

3. Staff ramah

4. Harga masuk akal

Poin minus :

1. Cottage nya lumayan jauh, banyak acara jalan dari kamar ke receptionis, atau ke kafenya. Pertimbangkan untuk membawa orang tua kesini.

2. Breakfast terbatas menunya, tapi enak. Lontong sayurnya juara.

3. Akses jalan sempit dan curam. Lokasi masuk kedalam gang dekat sekali /hampir berhadapan dengan warung sate kelinci (dari arah surabaya, kiri jalan sebelum sate kelinci)

4. Penerangan kurang, baik dikamar maupun diluar.

Link youtube review kampung lumbung:

Klik disini!

 

 

 

 

 

 

Yang tidak akan terlupakan dari Gabby…

Aku memang tak banyak becerita tentang Gabby karena kesibukan sebagai ibu, namun bukan berarti Gabby tidak istimewa.

Sejak lahir, bayi cantik satu ini tidak pernah merepotkan. Jarang menangis, dan suka sibuk sendiri. Sering kuliat saat dia masih seumur 3 bulanan, dia akan bermain dengan plastik entah bungkus popok atau tisu basah, dia akan terus menggenggam dan mengamati benda itu, sampai tertidur sendiri. Di usia agak gedean, hobinya main dengan baju. Dipegang2, tangannya dimasukin dikeluarin sampai lamaa. Gesturnya seperti bilang: ” inilah kerjaanku, aku tau apa yg kukerjakan dan aku ga main2 ngerjain inii…” πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Tuhanku, rasanya tak terkira syukurku punya bayi yang seakan mengerti kalo maminya tiap hari sudah terkuras energi dan emosi akibat mengurus kakaknya.

Tanggal 30 oktober ini, gabby akan genap 16 bulan. Gabby mulai berjalan lancar baru diusia 15 bulan, dan sampai detik ini dia belum juga makan dengan menu bintang. Bubur, nasi, snack, rerata yang kami tawarkan dia tolak 😭

Asupan utamanya adalah ASI. Sesekali dia makan sedikit buah. Kukatakan sedikit, karena literally memang suedikiit. Sekali makan kalo ditotal mungkin hanya setengah sendok makan orang dewasa 😭😭😭

Nah diusia ini, gabby juga udah mulai suka protes 😁

Kalo ada yang dia tidak suka, dia akan guling2 dikasur ujung ke ujung dengan postur tubuh dibuat kaku saat kami berusaha memeluknya. Dia juga super pemalu dan enggan menyapa orang yang tidak dikenal. Bahkan saat duduk sama emak (oma), selama perjalanan kepalanya menoleh ke sisi lain…πŸ˜†

Ah, mungkin memang begini indahnya punya anak gadis yaaa.. Nurut, manis, dan ga sebegitu aktif kayak anak laki. Suerr, lelah lhoo mengikuti ritme si koko yang loncat kesana sini gak bisa diem ituu. .

Sekarang, sembari menulis ini, aku tengok gabby yang pulas disebelahku. Duh Gusti, ga berasa udah panjang aja ini anak. Rasanya waktu kok cepet sekali muternya. Padahal mamimu ini berharap kamu ga cepet gede nak…πŸ˜‡

Sehat terus ya sayang, makin cantik dan berkat selalu mengikutimu.

Video Gabby yang lagi sibuk

*Kesehariannya kayak divideo ini bikin maminya tetep heran kok bisa ada bayi tahan fokus pada satu hal tanpa merasa bosan.. πŸ˜„

Resep Brownies Panggang

Karena kemarin banyak bahan sisa bikin nastar di dapur, dan karena suami sukaa banget sama kue coklat, jadinya aku coba bikinin brownies. Bikin brownie ini hanya butuh 5 bahan dasar : terigu, telur, gula, coklat, margarin/mentega. Disamping itu ada beberapa jenis brownie kalo diliat dari teksturnya. Ada yg teksturnya fudgy dgn tekstur yg agak lembab, atau cakey yg lebih beremah. Dari beberapa video tutorial di youtube, katanya perbandingan komposisi bahanlah yang menentukan ini bakal jadi brownie cakey atau fudgy.

Awal percobaan memakai resep yang sama, namun mengaduk adonan hanya memakai spatula dan bahan cairnya dicampur dulu, terakhir barulah bahan tepung. Rasanya enaak banget, sayangnya karena tidak pakai topping, Permukaan warnanya yg butek jadi sedikit mengganggu pemandangan.

Percobaan berikutnya menggunakan mikser, karena dari hasil googling, untuk menghasilkan permukaan yg mengkilap, maka telur dan gulanya harus tercampur dengan baik.

Tipsnya kalo pakai mikser jangan mengaduk terlalu lama agar tidak mengembang. Kita tahu kan kalo yang unik dari Brownies adalah teksturnya yang agak bantat.

Untuk bahan2 browniesnya udah kutulis di video tutorialnya, cuma ada perbedaan teknik mencampur adonan antara video dan keterangannya krn yg tertera di keterangan pakai teknik yg tanpa mikser.

Klik Resep Brownies Panggang

Nastar Butter Spesial

Setelah berkali-kali gagal membuat nastar pakai butter dgn perbandingan 1:1, dan setelah bongkar pasang resep, ganti merek margarin, akhirnya ketemu resep nastar butter yg ga meleber dgn rasa butter yg kuat.

Karena kunci nastar yang enak kan ada pada butter yah..jd jangan pelit keluarin budget untuk beli mentega. Jgn sampai udah capeeek ngunder-ngunderi nastar, udah cantik nastarnya, tapi rasanya nanggung aja.

Berikut resep nastar yg berhasil kumodifikasi dgn perbandingan 1:1

Bahan 1:

150 mentega

150 margarin

100 gr gula halus

3 kuning telur

Bahan 2 (campur&ayak):

425 gr terigu

70 gr maizena

1 sachet dancow bubuk

Olesan :

4 kuning telur

2 sdm minyak goreng

2 sdm susu kental manis

Cara :

Campur margarin, gula halus dan mentega sampai rata. Tambahkan kuning telur. Aduk rata menggunakan spatula.

Setelah rata, masukkan bahan kering. Aduk sampai bisa dipulung. Ambil sedikit bagian adonan untuk dipulung seloyang. Sisanya masukkan kulkas dulu agar butter tidak meleleh.

Setelah jadi 1 loyang, ambil adonan berikutnya dan simpan loyang dalam kulkas. Lakukan sampai semua adonan habis. Simpan dalam kulkas adonan yg udah dibentuk tadi untuk beberapa saat. Dalam kasusku, cukup lama 3 jaman karena anak2 rewel dan harus ditidurkan.

Panaskan oven bawah 170 dercel dan keluarkan adonan yg udah dibentuk tadi. Biarkan dalam suhu ruang sekitar 20 menit selagi oven dipanaskan.

Turunkan suhu menjadi 150 derajat, kemudian masukkan bulatan nastar di rak tengah. Panggang sekitar 30 menitan atau sampai wangi.

Setelah itu keluarkan nastar, oles dgn bahan olesan sebanyak 3 kali, kemudian panggang kembali dgn suhu 100 derajat selamat 10 menitan.

* dgn resep sama jika hanya pake margarin, adonan tepungnya terlalu kering. Memang mudah dibentuk, tapi rasanya jd dominan tepung.

 

Resep Nastar buat Pemula

Mendekati lebaran, kok di linimasa FB pada bertaburan kue nastar….bikin galaau pengen ikutan makan. Udah PO di temen yang jualan sih…tapi kok yg namanya nunggu itu serasa selamaaa-lamaaanyaa…😁

Biasanya kalo ga order2 di temen, kami langganan beli nastar di Holland bakery..tapi moment lebaran gini holland ga pernah jualan nastar karena lebih diutamakan untuk parcel. Jadi yaaa, demi menyalurkan keinginan makan nastar, akhirnya kami memutuskan beli oven sendiri, bikin nastar sendiri saja sekaligus mengasah ilmu per bakingan yang lamaa ditinggalkan…😁

Aku hobi bikin kue sejak kuliah, di kos selain bawa kompor hock sendiri, aku bawa oven, ga ketinggalan mikser juga πŸ˜›

Resep2 kue dan teknik dasar bikin kue, entah cake atau kue keringΒ  aku dapat dari tante yang memang tukang masak dan usaha dibidang perkuean. Dulu rajin banget nyatetin resep, sekarang mah dah tinggal browsing2 aja yah πŸ˜‚

Nah setelah browsing beberapa resep, aku putuskan cobain resep nastar dari NCC. Rasanya enaak banget, lembut, lumer dan wangi. Sayangnya agak meleber, dan sedikit gosong dibawah karena belum kenalan sama si kirin. Melebernya mungkin akibat perbandingan takaran margarin dan mentega yang tidak pas krn nakarnya juga ga pake timbangan. Berikut penampakannya:

Besoknya dengan resep yang sama, aku ga pakai butter, tapi pake full blue band cake and cookie. Hasilnya passs, tesktur adonan lebih padat jadi gampang dibentuk bulat (yg pake butter adonannya kurang kokoh/lembek- ga bisa bulat), hasil kue pakai blue band ini juga seksi cantikk ga meleber.

Soal rasanya, meski ga seenak pakai wijsman, boleh dibilang ga jauh bangetlah bedanya. Sama lumernya, hanya aromanya ga seharum butter.  Oh ya, sesuai namanya, blue band cake n cookies ini peruntukannya memang buat bikin cake dan kue2an, isinya perpaduan butter dan margarin.. Jadi jika ingin bikin cake atau cookies yang cukup enak namun ramah kantong, kayaknya bluben ini bisa jadi pilihan 😁

Tertarik mau bikin jugaa…? Berikut resepnya yaa…

Bahan :

250 gr margarin

50 gr gula halus

2 kuning telur

350 gr terigu protein rendah

2 sdm susu bubuk

Selai Nanas khusus nastar (beli di tobaku)

Olesan :

2 kuning telur

1 sdm minyak goreng

1 sdm susu kental manis

Cara :

1. Mikser margarin, gula halus, masukkan kuning telur,Β  campur sampai rata.

2. Masukkan tepung dan susu bubuk, aduk dengan spatula hingga tercampur semua.

3. Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi selai ditengah. Pulung2 jadi bulatan2 nastar.

4. Panaskan oven di suhu 150 derajat selama 15 menit, masukkan pulungan nastar dan oven selama kurleb 20 menit (tiap oven karakternya beda, sesuaikan ya), keluarkan kue dan poles dengan bahan olesan, oles 2 atau 3 kali. Masukkan kembali ke oven dan panggang dengan suhu 100 derajat selama 5 menitan atau sampai permukaan olesan matang.

5. Kue cantik2 udah matang, dinginkan, masukkan di toples, terus sembunyikan biar ga habiss 😁😁😁

Selamat ber nastar riaa….